Suara.com - Polisi menduga ada keterlibatan pegawai bank dalam sindikat penipuan pejabat negara melalui pesan singkat. Kasus ini telah menjerat 16 tersangka.
"Terakhir kami dapat info mereka kerjasama dengan oknum bank untuk menampung uang kejahatan. Mereka beli rumah, mobil, dan lain-lain," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti kepada wartawan, Rabu (11/11/2015).
Peran pegawai bank dalam kasus ini diduga dengan membuka rekening untuk menampung uang hasil penipuan.
Setelah kasus terbongkar, kata Krishna, polisi langsung memblokir ratusan nomor rekening yang diduga milik para tersangka.
"Bantu buka rekening, Kami baru dapat datanya dari mereka. Sudah kita blokir semua, ada 200 rekening kita blokir," kata dia.
Krishna menambahkan penelusuran aliran dana hasil penipuan melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.
"Miliaran, tapi biasanya silent victim. Mereka ini pemainnya pinter-pinter. Kita tiap kaya gini selalu kerjasama dengan PPATK," kata Krishna.
Dalam beroperasi, para tersangka bisa menyaru sebagai apa saja, antara lain sebagai pejabat Layanan Pengadaan Secara Elektronik, saat mengirimkan pesan singkat ke korban.
Pejabat negara yang berhasil ditipu ada sekitar 10 orang, di antaranya Kepala Lembaga Sandi Negara.
"Kepala Lemsaneg (Lembaga Sandi Negara), Pejabat Kementerian Perindustrian, Pejabat Jasa Marga, Pejabat Dinas perhubungan, Pejabat Angkasa Pura, Kapolres Aceh Tamiang, Kapolres Konawe, Pejabat setingkat Bupati, Pejabat Dinas Kehutanan, Anggota DPRD Palu," kata Krishna.
Khrisna menjelaskan sasaran kejahatan biasanya mereka yang memenangkan lelang. Tersangka mencari korban, antara lain lewat mesin Google, mereka mencarinya sampai dinas-dinas.
"Lalu para tersangka bertindak sebagai pejabat dinas LPSE dan menghubungi para pemenang lelang dengan minta biaya pemenang lelang kepada mereka," kata Krishna.
Saat ini 16 tersangka sudah diamankan di Mapolda Metro Jaya guna penyelidikan lebih lanjut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan Apa?
-
21 Agustus, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir Simpang Ness/Pijoan Diberlakukan Tarif
-
Bukan Prof Noor Farid, KPK Pastikan 2 Wakil Rektor Unsoed Ini yang Kena OTT Bareng Rektor
-
Penyandang Disabilitas Jadi Korban Tewas Kebakaran di Paccerakkang Makassar
-
Jeep Mercedes-Benz Terbakar di Tol Jagorawi, 2 Orang Tewas Terpanggang Tak Bisa Keluar
-
Dari Skin Lifting hingga Skin Booster, Inovasi Perawatan Kulit Kian Menjawab Kebutuhan Masa Kini
-
Ulasan Segala Kekasih Tengah Malam: Mencari Arti Diri di Balik Kesunyian
-
Kenapa Teman Dekat Tiba-Tiba Jadi Asing? Bukan Musuhan, Cuma Proses Pendewasaan
-
Teknologi Ubah Cara Orang Belanja, Konsumen Kini Tak Cuma Cari Harga Murah
-
Rektor Unsoed Kena OTT KPK Terkait Suap Mahasiswa Baru, Duit Ratusan Juta Disita