Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat [suara.com/Nikolaus Tolen]
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Australia Malcolm Bligh Turnbull dijadwalkan busukan ke Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2015) siang.
Untuk melancarkan kegiatan dua pemimpin negara, saat ini, sekitar kawasan Tanah Abang sudah diamankan aparat keamanan. Aparat menertibkan angkutan umum maupun pedagang yang selama ini membuat semrawut kawasan perdagangan tersebut.
Melihat persiapan untuk menyambut Kepala Negara, sebagian pedagang di Pasar Tanah Abang heran dan bertanya-tanya. Soalnya mereka belum tahu siapa yang akan datang.
Dampak persiapan kedatangan rombongan Kepala Negara terjadi kemacetan di sejumlah tempat di sekitar Tanah Abang. Sebagian warga merasa terganggu dengan keadaan ini.
"Ada-ada saja, sudah tahu macet begini," kata salah seorang pedagang.
Tapi, sebagian pedagang terlihat antusias menyambut rencana kunjungan Presiden RI dan PM Australia. Mereka rela meninggalkan dagangan untuk menunggu kehadiran Kepala Negara di depan pintu Timur Pasar Blok A.
Saat ini, situasi di sekitar Pasar Tanah Abang, tepatnya di kawasan yang akan dikunjungi Presiden beda sangat ramai.
Untuk melancarkan kegiatan dua pemimpin negara, saat ini, sekitar kawasan Tanah Abang sudah diamankan aparat keamanan. Aparat menertibkan angkutan umum maupun pedagang yang selama ini membuat semrawut kawasan perdagangan tersebut.
Melihat persiapan untuk menyambut Kepala Negara, sebagian pedagang di Pasar Tanah Abang heran dan bertanya-tanya. Soalnya mereka belum tahu siapa yang akan datang.
Dampak persiapan kedatangan rombongan Kepala Negara terjadi kemacetan di sejumlah tempat di sekitar Tanah Abang. Sebagian warga merasa terganggu dengan keadaan ini.
"Ada-ada saja, sudah tahu macet begini," kata salah seorang pedagang.
Tapi, sebagian pedagang terlihat antusias menyambut rencana kunjungan Presiden RI dan PM Australia. Mereka rela meninggalkan dagangan untuk menunggu kehadiran Kepala Negara di depan pintu Timur Pasar Blok A.
Saat ini, situasi di sekitar Pasar Tanah Abang, tepatnya di kawasan yang akan dikunjungi Presiden beda sangat ramai.
Komentar
Berita Terkait
-
Berburu Pakaian untuk Lebaran di Pasar Tanah Abang
-
Viral Pasar Tanah Abang Diklaim Makin Sepi Pengunjung, Gegara Parkir Liar dan Premanisme?
-
Kurma Laris Manis di Pasar Tanah Abang, Harga Mulai Rp40.000/kg
-
Pasar Tanah Abang 'Berubah' Jadi Masjid, Umat Islam Melaksanakan Salat Jumat
-
Pasar Tanah Abang Tutup Jam Berapa? Ini Informasi Lengkap Operasional dan Produk yang Dijual
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional