Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengingatkan Menteri ESDM Sudirman Said agar fokus pada kinerja dan jangan membuat kegaduhan politik. Hal ini terkait langkah Sudirman melaporkan politisi DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan karena dianggap menjual nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla PT. Freeport Indonesia dan menjanjikan dapat membantu perpanjangan kontrak karya Freeport serta minta saham.
"Sudirman Said fokus saja pada rancang bahasan APBN nggak usah ke mana-mana. Ini nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba ada yang mencatut nama Presiden," kata Fahri di DPR, Senin (16/11/2015).
Fahri menduga langkah Sudirman melaporkan politisi DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan sebagai tindakan panik. Menurut Fahri Sudirman panik karena sering dianggap kinerjanya sebagai menteri kurang bagus.
"Apa dia mau dianggap sukses dengan ngomong seperti ini. Sebaiknya dia bekerja fokus dgn pekerjaannya," kata Fahri.
"Sudirman mungkin diserang karena ingin mempercepat perpanjangan kontrak. Dan ada yang meminta ini diperlambat. Presiden Jokowi sendiri yang bilang kontrak 2021, baru diomongkan 2019. Apa urusannya dengan 2021," kata anggota Fraksi PKS.
Usai melapor ke MKD, Sudirman Said mengatakan telah menjelaskan semuanya.
"Tadi saya menjelaskan nama, waktu dan tempat kejadian dan pokok pembicaraan yang dilakukan oleh oknum salah satu anggota DPR dan Pimpinan PT. Freeport Indonesia. Agar MKD dapat menindaklanjuti dengan proses yang institusional dan konstitusional," ujar Sudirman dalam jumpa pers di gedung Nusantara II, DPR.
Sudirman bercerita anggota DPR itu bersama seorang pengusaha beberapakali melakukan pertemuan dengan pimpinan Freeport. Pertemuan ketiga berlangsung pada Senin 8 Juni 2015 antara pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB bertempat di hotel di kawasan Pacific Place, SCBD, Jakarta.
"Anggota DPR tersebut menjanjikan suatu cara penyelesaian tentang kelanjutan kontrak PTFI," katanya.
Politisi DPR tersebut, katanya, juga meminta saham yang nantinya akan diberikan kepada Presiden dan Wakil Presiden.
"Dia (anggota DPR) meminta agar PTFI memberikan saham yang disebutnya akan diberikan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla," katanya
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS
-
Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho