Suara.com - Human Rights Watch, sebuah lembaga swadaya masyarakat internasional di Asia membongkar sebuah proposal dari Junta Militer Myanmar sebagai alat negosiasi. Proposal itu berisi perjanjian 'barter kekuasaan' dengan pemerintah baru di bawah pimpinan partai pemenang pemilu langsung di sana.
Direktur LSM itu, Brad Adams menjelaska jika dalam proposal itu, Junta Militer meminta untuk tidak dituntut jika ada yang mempermasalahkan tindakan melanggar HAM. Junta menyebut itu dengan bahasa 'diberikan impunitas'.
Jika syarat itu disetujui, maka transisi kekuasaan dari militer ke sipil akan berlangsung 'lancar'. Dalam proposal itu pembebasan penuntutan diberikan untuk kepentingan keamanan nasional.
"Sebuah klausul kekebalan dalam konstitusi baru akan memungkinkan militer untuk melakukan pelanggaran tanpa takut penuntutan," kata Brad Adams.
"Mengingat catatan panjang militer pelanggaran hak asasi manusia, ini secara efektif akan memberikan tentara lisensi untuk membunuh."
Sebelumnya, Junta mengambil alih kekuasaan dalam kudeta militer Mei 2014. Sebuah komite ditunjuk untuk merancang konstitusi.
Tapi rancangan itu ditolak pada bulan September karena poin yang diperdebatkan termasuk proposal untuk komite reformasi nasional didominasi oleh militer yang memungkinkan pasukan keamanan untuk campur tangan dalam krisis politik. (Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor
-
5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia
-
Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?
-
'Gue Kasih Umrah Sekeluarga', Menteri PU Dody Hanggodo Jawab Isu Aisyah Zakkiyah Keponakannya
-
Politisi PDIP Dolfie Semprot Purbaya Gegara Pindahkan Dana SAL ke Bank Milik Negara