Suara.com - Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli Indonesia mengatakan sangat kaya sumber daya alam tapi banyak "tikus-tikus" yang berusaha menggerogotinya.
"Bahkan negara asing pun ada berupaya 'mengakali' untuk memperoleh keuntungan di Indonesia," kata Rizal Ramli seperti dikutip Antara di Jakarta, Rabu.
Menurut Rizal, kondisi saat ini sudah melenceng dari amanat pendiri negara yang dituangkan dalam konstitusi, yakni kekayaan alam Indonesia dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Namun, realitasnya saat ini sumbersaya alam Indonesia dieksplorasi secara besar-besaran tapi masih banyak rakyat yang hidup miskin.
Untuk memperjuangkan perubahan agar rakyat rakyat Indonesia lebih sejahtera, menurut dia, penuh tantangan dan resiko.
"Tantangan itu harus dihadapi, sedangkan resiko saya serahkan pada Allah SWT," katanya.
Menurut Rizal, tantangan yang dihadapinya adakah membersihkan "tikus-tikus" agar kekayaan alam Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk rakyat.
Rizal melihat, dari waktu ke waktu sering terjadi kegaduhan yakni saling berebut kekuasaan, konsesi, atau mencari kekayaan.
"Kegaduhan harus dilawan dengan kegaduhan. Kegaduhan hitam yang tidak baik, harus dilawan dengan kegaduhan putih," katanya.
Ia menegaskan, kegaduhan putih sasarannya baik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Ketika ditanya, apakah kegaduhan itu juga termasuk persoalan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden terkait dengan rencana perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia (PTFI), Rizal mengatakan, kegaduhan sering terjadi dari waktu ke waktu.
Persoalan rencana perpanjangan kontrak PTFI, kalau tidak menjadi gaduh mungkin sudah diperpanjang pada Oktober 2015.
"Karena menjadi gaduh, maka rencana perpanjangan kontrak PTFI harus dievaluasi lagi," katanya.
Dalam konteks tersebut, Rizal Ramli memuji Presiden Joko Widodo yang dinilainya "clear" dan bebas dari kepentingan kelompok.
Rizal menegaskan, Presiden Joko Widodo meminta rencana perpanjangan kontrak PT FI dievaluasi lagi.
Menurut dia, Presiden juga menetapkan lima syarat kepada PT FI yakni, membangun smelter, membangun amdal dan mengelola lombah, memberikan divestasi, serta melakukan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) yang baik. (Antara)
Berita Terkait
-
Dikejar Target Ekonomi 6 Persen! Menkeu Purbaya: Jika Gagal, Mungkin Disuruh Mundur!
-
Belanja Tetap Ramai, OECD Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 4,8% pada 2026
-
Ambisi Purbaya Kejar Ekonomi Tumbuh 6 Persen di 2026, Jika Gagal Bisa Diminta Mundur
-
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus
-
Celios: Konversi Motor Listrik Tingkatkan Efisiensi Energi dan Ekonomi Lokal
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
Terkini
-
Gus Lilur: Muktamar NU Harus Haramkan Politik Uang
-
Tenda Perlawanan Berdiri di Komnas HAM: Mahasiswa Ngecamp Demi Keadilan Andrie Yunus!
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
-
Kemensos Pangkas Total Perjalanan Dinas Luar Negeri, Gus Ipul: Nol Persen!
-
KPK Geledah Rumah Ono Surono, Amankan Dokumen dan Barang Bukti Elektronik Kasus Suap Ijon Bekasi
-
Soal Isu Reshuffle Kabinet di Tengah Gejolak Geopolitik, Doli Kurnia: Pak Prabowo yang Tahu
-
Diburu dari Pontianak hingga Penang, The Doctor Otak Jaringan Narkoba Ko Erwin Akhirnya Tertangkap
-
Instruksi Prabowo: Kampus Harus Bantu Tata Ruang dan Perumahan Daerah
-
Respons Krisis Global hingga TNI Gugur di Lebanon, Parlemen RI Inisiasi Kaukus Perdamaian Dunia
-
Dasco Kawal Detail Persiapan Haji 2026, Wamenhaj Dahnil Anzar Siapkan Terobosan Demi Jemaah