Bisnis / Makro
Jum'at, 13 Februari 2026 | 17:45 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia tumbuh 5,6% pada kuartal pertama tahun 2026.
  • Optimisme ini didukung stimulus ekonomi Ramadan dan Lebaran 2026 senilai Rp911,16 miliar untuk menggerakkan perekonomian.
  • Stimulus tersebut berupa diskon transportasi meliputi kereta api 30%, laut 30%, penyeberangan 100%, dan pesawat 17–18%.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri kalau pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,6 persen di kuartal pertama (Q1) 2026. 

Menkeu Purbaya beranggapan kalau itu terjadi berkat adanya program stimulus ekonomi untuk Ramadan dan Lebaran 2026 yang diperkirakan menelan anggaran Rp 911,16 miliar.

"Kami kasih diskon itu agar menggeret perekonomian," kata Purbaya, dikutip dari Antara, Jumat (13/2/2026).

Berbekal itu ia meyakini pertumbuhan ekonomi RI pada triwulan pertama bisa mencapai 5,6 persen.

"Kalau pertumbuhan ekonomi kuartal satu proyeksinya 5,6 persen kira-kira," jelasnya.

Stimulus ekonomi 2026 berupa diskon tarif transportasi

Sebelumnya Pemerintah resmi menerbitkan paket kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa total anggaran yang disiapkan untuk program diskon transportasi tersebut mencapai Rp911,16 miliar.

“Tahun ini, dalam rangka libur hari besar nasional, pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Total anggarannya adalah Rp911,16 miliar, yang berasal dari APBN maupun non-APBN,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Purbaya Sebut Rating Moody's Offside, Klaim Ekonomi RI Akan Ekspansif hingga 2031

Paket tersebut mencakup diskon kereta api sebesar 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan 100 persen, serta potongan harga tiket pesawat sebesar 17–18 persen.

Load More