Rapat internal Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada Senin kemarin (30/11/2015) berjalan alot dan tak membuahkan hasil apapun, terkait penentuan jadwal sidang kasus Ketua DPR Setya Novanto, yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said karena mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia.
Dalam rapat internal kemarin, bahkan ada insiden gebrak meja dari salah satu Wakil Ketua MKD yakni Kahar Muzakir dari Fraksi Partai Golkar.
Wakil Mahmakah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang membenarkan ada insiden gebrak meja yang dilakukan politisi Golkar tersebut.
"Oh iya ada. Ada kemarin (30/11/2014) yang gebrak meja dari meja pimpinan. Pak Kahar Muzakir," ujar Junimart di Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta, Selasa (1/12/2015).
Ketika ditanya apakah insiden gebrak meja yang dilakukan Kahar Muzakir pada rapat MKD, akan dilaporkan terkait pelanggaran kode etik, ia pun masih memikirkan hal tersebut.
"Ya , ini lagi sedang saya pikirkan," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad, menyangkal tidak ada insiden gebrak meja dalam rapat internal Pada Senin kemarin. Menurutnya, dalam rapat kemarin, para pimpinan dan anggota hanya mengeluarkan pendapat dengan intonasi tinggi dan menegaskan pasal-pasal yang harus dibuka dalam tata beracara di MKD
"Saya lihat kemarin nggak ada gebrak meja ya, kalau ngomong intonasi tinggi iya. Menurut saya itu bukan gebrak meja atau konotasi marah tapi memang nggak ada, rata-rata kemarin, karena dinamis saling keluarkan argumen lah begitu," kata Dasco.
Tak hanya itu, Anggota MKD dari Fraksi Partai Golkar Ridwan Bae mengaku, tak mengetahui adanya insiden gebrak meja.
"Saya enggak tahu," tandasnya.
Berita Terkait
-
PTFI dan Masyarakat Papua Tengah: 10 Tahun Perubahan, Harapan Baru untuk Ekonomi Berkelanjutan
-
Perusahaan Indonesia dan AS Teken 11 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp648 Triliun
-
HUT Fraksi Golkar, Sarmuji Kenang Jasa Setya Novanto: Saya Banyak Belajar Menghadapi Tekanan
-
Mengintip Rumah Setya Novanto di Kupang yang Dilelang KPK, Harganya Miliaran!
-
Jadi Penyumbang Produksi Terbesar, Kapan Tambang Bawah Tanah Freeport Bisa Operasi Kembali
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Polda Metro Jaya Tegaskan Penanganan Kasus Roy SuryoDokter Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
-
Ancaman Donald Trump Dibalas, Iran Siapkan Angkatan Bersenjata di Garis Depan
-
Pengamat Sebut Masa Depan Politik Gibran Sangat Bergantung pada Pengaruh Jokowi
-
Pemadaman Listrik Berakhir! PLN Umumkan Pasokan Mulai Stabil
-
Polisi Siagakan 3.761 Personel Gabungan untuk Amankan Aksi di Monas dan Gedung DPR
-
Richard Muljadi Ditangkap Kasus Apa? Cucu Konglomerat Buronan Kejaksaan Terancam 8 Tahun di Bui
-
Aduh! Perdamaian AS - Iran Terancam Beratakan karena Ancaman Donald Trump
-
Jakarta HUT ke-499, Gubernur Soroti Masalah Sampah di Tengah Perayaan di Monas
-
Mantan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Meninggal Dunia Setelah Jalani Perawatan Intensif
-
Makin Memanas Jelang Muktamar Ke-35! Cak Imin Minta Oknum yang 'Main-main' di NU Segera Didepak