Suara.com - Plt Ketua KPK Taufiequrachman Ruki mengatakan, korupsi berasal dari dua faktor yakni faktor manusia dan sistem. Menurutnya, faktor korupsi yang berasal dari manusia, biasanya yang terjadi karena didorong oleh kebutuhan masif dan massal. Korupsi ini biasanya banyak dilakukan oleh pegawai negeri sipil (PNS).
"Korupsi yang dilakukan oleh golongan PNS, bintara, TNI, Polri golongan bawah, ini biasa disebut korupsi kecil," ujar Ruki, dalam sambutan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi 2015, di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/12/2015).
Korupsi yang dilakukan atau dikarenakan faktor manusia, itu kata Ruki lagi, tidak bisa diatasi dengan penegakan hukum semata, namun juga harus adanya pembenahan sistem kesejahteraan di tubuh PNS.
"Sehingga tidak bisa corruption by need diatasi dengan penegakan hukum. Cara mengatasinya adalah dengan perbaikan sistem kesejahteraan PNS," ucapnya.
Tak hanya itu, Ruki menuturkan, korupsi yang dilakukan manusia itu juga karena sifat serakah manusia, dan karenanya harus dilakukan "amputasi".
"Korupsi yang dilakukan karena sifat serakah manusia, dan harus dilakukan diamputasi dan dipertanggungjawabkan kepada hukum. Selain itu, harus dikuti perbaikan sistem yang lebih baik, agar tidak ada ruang lagi terjadinya korupsi," tutur Ruki.
Sementara itu, faktor korupsi kedua, menurut Ruki adalah corruption by system, atau korupsi akibat lemahnya sistem.
"Karena sistem yang salah terutama di pemerintahan, dan harus melakukan review terhadap setiap sistemnya, agar tidak akan ada lagi korupsi di setiap jenjangnya," ungkapnya.
Ruki sendiri mengaku berharap, dengan adanya kegiatan ini, dapat diperoleh solusi guna mencegah kasus korupsi di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja