Suara.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jakarta, hari ini menggelar aksi unjuk rasa mengusir PT Freeport dari Indonesia. Aksi yang digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI) ini sempat diusir petugas lantaran selain tidak memiliki izin, arena Car Free Day (CFD) memang tak boleh lagi dimanfaatkan untuk demonstrasi.
"Maaf mas di sini nggak boleh demo kayak gini. Apalagi di area anjungan Bundaran HI. Kalau mau mohon kalian semua muter saja jangan stay di sini," kata salah satu petugas polisi, Minggu (6/12/2015).
Pantauan suara.com, Ketua dari HMI ini sempat melobi kepada pihak kepolisian untuk meminta waktu 15 menit lagi untuk menyuarakan aksinya tersebut. Namun upayanya itu tak digubris oleh pihak kepolisian dan meminta HMI untuk tidak melanjutkan aksinya.
HMI ini berunjuk rasa untuk mengusir Freeoprt dari Indonesia lantaran, keberadaan Freeport telah menyengsarakan masyarakat Indonesia, khusunya Papua.
"Mana dilihat, masyarakat di Papua nggak ada sejahtera-sejahteranya. Makanya kita minta Presiden usir Freeport dari Indonesia," tegas Alhamid anggota HMI.
Berita Terkait
-
Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini
-
Izin Freeport Diperpanjang hingga 2061, Legislator PDIP Tagih Kontribusi Nyata untuk Papua
-
Freeport Targetkan Blok Kucing Liar Papua Tahun 2029, Hasilkan Jutaan Ons Emas
-
Setoran Freeport ke Negara Turun Menjadi USD 2,6 Miliar pada 2026
-
Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan