Suara.com - Sekitar 500 kiai di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengeluarkan petisi. Mereka menyikapi pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang berjalan damai di kabupaten setempat.
Pembacaan petisi pilkada damai itu diwakili oleh Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember KH Abdullah Syamsul Arifin dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qodiri KH Muzakki Syah di Pondok Pesantren Al Qodiri, Selasa (15/12/2015).
"Petisi itu tidak melihat kiai pendukung pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jember nomor urut 1 maupun pasangan calon nomor urut 2, namun ini gabungan dari 500 kiai pondok pesantren dan kiai manakib," kata Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin.
Menurut dia, ratusan kiai menandatangani petisi yang berisi enam poin kesepakatan atas pelaksanaan pilkada di Kabupaten Jember dan semua sudah terkonfirmasi dengan tanda tangan beserta stempel pondok pesantrennya.
"Petisi Bersatu untuk Kemaslahan Umat itu memang ditandatangani oleh banyak kiai karena memang para kiai ingin agar masyarakat Jember yang selesai melaksanakan pilkada tetap dalam situasi kondusif dan nyaman," ucap pria yang akrab disapa Gus Aab itu.
Enam poin dalam petisi itu yakni pertama, para kiai mengucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberi jalan yang lapang untuk melaksanakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jember 2015 dengan aman dan damai sejak awal hingga proses rekapitulasi perhitungan perolehan suara.
Kedua, para kiai juga bersykur proses pilkada pada 9 Desember 2015 juga berhasil dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia dan jujur, serta adil (Luber Jurdil) tanpa konflik kekerasan.
"Poin ketiga yakni para kiai memahami bahwa pilkada itu hanya sebagai alat atau sarana bukan tujuan apalagi tujuan akhir, sehingga pilkada dapat digunakan sebagai kesempatan mulia untuk menyebarkan manfaat dan maslahat untuk membangun Jember yang lebih baik," paparnya.
Kemudian poin keempat, para kiai mengajak semua pihak, baik perorangan, organisasi, jaringan, partai politik, maupun lembaga-lembaga resmi negara dan pemerintahan untuk berpikir, berkata, dan bertindak secara matang, dewasa, dan terukur sebagai bagian dari warga negara yang tercerahkan (ulil albab).
"Mari rapatkan barisan untuk menjaga proses pilkada yang tersisa yakni rekapitulasi hingga penetapan hasil perolehan suara di tingkat kabupaten dan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jember terpilih bisa dilaksanakan," katanya.
Pada poin kelima, para kiai mengimbau semua pihak untuk mendahulukan kemaslahatan umat diatas kepentingan pribadi, kelompok dan organisasi, sehingga dapat membuktikan masyarakat Jember siap berkompetisi secara sehat, siap menjadi pihak yang menjadi pemenang, namun pihak yang kalah sama-sama berperilaku mulia.
"Kami juga menyerukan kepada semua pihak untuk tidak memperpanjang serta mempertajam perbedaan pandangan dan pilihan politik dalam Pilkada Jember.Mari menyatukan diri dalam satu barisan panjang, barisan rakyat Jember untuk mewujudkan masa depan yang gemilang," paparnya.
Gus Aab menegaskan petisi itu dikeluarkan bukan semata-mata ada sekelompok masyarakat yang ingin Pilkada Jember dihentikan atau dianulir, namun petisi itu dilakukan agar pesta demokrasi di Kabupaten Jember bisa terjaga.
"Petisi itu akan dikirimkan kepada semua pihak yakni KPU Jember, Panwaslu Jember, Pemkab dan DPRD Jember, bahkan tembusannya akan kami kirim ke pusat sebagai bukti bahwa Pilkada Jember sudah berjalan dengan sukses," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Kabar Norman Joesoef Masuk Kabinet, DPR Siap Kerja Sama dengan Wamenhan Pilihan Prabowo
-
Penantian 1 Tahun Berbuah Manis, Jurnal Al-Daulah UIN Alauddin Tembus Scopus
-
AIESEC in UI Hadirkan Global Village Summer 2026, Kenalkan Keberagaman dan Peduli Lingkungan
-
5 Rekomendasi Bedak untuk Wanita Usia 40 Tahun ke Atas yang Tidak Memperjelas Kerutan sesuai Review
-
Salah Alamat, Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Pindah Praperadilan ke PN Jakpus, Digelar 12 Agustus
-
Apa Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Mengukur Tekanan Darah? Ini 3 Pilihan Mulai Rp2 Jutaan
-
45 Persen Konsumsi Nasional Dikuasai 20 Persen Orang Kaya, Sisanya Tetap Hidup Miskin
-
Jangan Cuma Mengeluh, GSI Dorong Generasi Muda Jadi Solusi bagi Daerah
-
Marc Marquez Waspadai Tantangan Besar di GP Inggris 2026, Ini Penyebabnya
-
Penembakan Brutal Sekolah Nonthaburi Thailand, 7 Orang Tewas