Suara.com - Sekelompok warga Muslim melakukan aksi berani saat mereka melindungi warga Kristiani yang menjadi sasaran kelompok militan di Mandera, Kenya. Kisah keberanian mereka disampaikan oleh sejumlah saksi mata.
Lansiran Independent, insiden ini berawal saat sekelompok militan bersenjata mencegat sebuah bus yang mengangkut penumpang di Mandera, Kenya. Para militan memerintahkan seluruh penumpang untuk keluar dari dalam bus.
Mereka kemudian meminta para penumpang untuk memisahkan diri menjadi dua kelompok, yakni kelompok Muslim dan non-Muslim. Namun, seperti dikutip dari surat kabar Daily Nation, para penumpang Muslim menolak perintah itu.
"Para penumpang Muslim tetap berdiri bersama dengan penumpang Kristiani dan menantang para militan untuk membunuh mereka semua jika berani," kata Gubernur Mandera Ali Roba kepada kantor berita Anadolu.
"Hal ini kemudian membuat para militan pergi dan membatalkan niatnya karena takut akan mendapat pembalasan dari warga desa di sekitarnya.
Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut. Sebagian besar penumpang selamat, namun kelompok tersebut membunuh tiga diantaranya.
Ada dugaan, para pelaku merupakan anggota kelompok Al Shabaab. Pasalnya, dalam sebuah serangan yang menewaskan 148 orang di awal tahun ini, Al Shabaab dilaporkan memisahkan calon korbannya yang memeluk Kristiani lalu membantainya.
Berita Terkait
-
Atlet Lari Indonesia akan TC ke Kenya sebagai Persiapan Asian Games 2026
-
World App: Peluang Cuan atau Jebakan? Belajar dari Pengalaman Warga Kenya yang Lebih Dulu Daftar
-
Kejahatan Tak Terbayangkan Terjadi di Pesisir Suriah: Saksi Mata Memohon Bantuan Internasional!
-
Serangan Militan di Benteng Pakistan Tewaskan 4 Tentara
-
Cek Fakta: Jokowi dan Presiden Kenya Merayakan Terpilihnya Mereka Sebagai Finalis Tokoh Terkorup
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
Mamah Dedeh Bocorkan Isi Pertemuan Prabowo dan Ulama: Bahas Perang Dunia hingga Krisis Bangsa
-
JK Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo: Bahas Kondisi Negara hingga Ketegangan Global
-
Jusuf Kalla Ajak Seluruh Masjid Indonesia Baca Qunut Nazilah untuk Perdamaian Dunia
-
Suasana Hangat Bukber Istana: Prabowo Salami Ulama dan Cium Tangan Kiai Nurul Huda Djazuli
-
Pemprov DKI 'Guyur' Warga Ciganjur dengan Sembako Murah dan Kacamata Gratis
-
Prabowo Buka Bersama Ulama di Istana, Dapat Saran Keluar dari BoP
-
Resmi! Biaya Pemakaman di Jakarta Kini Nol Rupiah
-
Jimly Mau Bisik-bisik ke Prabowo, Minta Waktu Lapor Hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri
-
Cegah Korban Jiwa Terulang, Pramono Anung Percepat Penertiban Kabel Semrawut di Jakarta
-
Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Terapkan Protokol Khusus Selama Situasi Perang