Konferensi pers BNN di Jakarta, Rabu (23/12/2015) [Suara.com/Agung Sandy]
Sepanjang tahun 2015 ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) telah mengungkap 102 kasus narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari pengungkapan sindikat jaringan nasional dan internasional. Dari sebanyak ratusan kasus yang telah diungkap BNN, sebanyak 82 kasus telah dilimpahkan atau dinyatakan P21.
"Kasus-kasus yang telah diungkap tersebut melibatkan 202 tersangka yang terdiri dari 174 WNI dan 28 WNA," kata Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso di kantornya, Jakarta Timur, Rabu (23/12/2015).
Dalam pengungkapan sejumlah kasus narkoba itu, BNN telah menyita baranng bukti sebanyak 1.780.272.364 gram sabu kristal, 1.200 milimeterr sabu cair, 1.100.14157 gram ganja.
"Sedangkan dalam kasus TPPU total aset yang berhasil disita BNN senilai Rp,85.109.308.337," kata Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso di kantornya, Rabu (23/12/2015).
Selain itu, kata Pria yang akrab disapa Buwas itu, mengatakan BNN juga telah menemukan dua jenis zat atau new spychoactive substances (NPS) yakni CB-13 dan 4-klorometkatinon. "Sehingga total NPS yang telah ditemukab BNN hingga akhir tahun 2015 yakni 37 jenis, kata Buwas.
Selain itu, Buwas juga mengaku ada penurunan prevalensi terhadap pecandu dan penyalahgunaan narkotika pada tahun 2015 ini.
"Menurut hasil penelitian pada 2008 oleh BNN bersama pusat penelitian dan kesehatan (Puslitkes) Universitas Indonesia diproyeksikan pada tahun 2015 mencapai angka 2,8 persen, namun pada penelitian terbaru pada 2015 tercatat angka prevalensi hanya sekitar 2,2 persen yang berarti terdapat adanya penurunan sebanyak 0,6 persen," kata Buwas.
Lebih lanjut, Buwas juga mengatakan BNN juga terus melakukan upaya pencegahan dan pemulihan bagi para pecandu dan penyalahgunaan narkotika yakni dengan mendirikan balai besar (Babes) sebagai upaya rehabilitasi dalam proses penyembuhan dan pemulihan para pecandu.
"BNN bersama lembaga rehabilitasi, instansi pemerintah dan komponen masyarakat telah melaksanakan program rehabilitasi kepada 38.427 pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika di seluruh Indonesia," kafa Buwas
"Di mana 1.593 direhabiitasi melalui Balai besar Rehabilitasi yang dikelola BNN, yakni baik yang berada di Lido, Bogor, Baddoka, Makasar, Tanah Merah Samarinda, dan Kepulauan Riau," tambahnya.
Kata Buwas, jumlah pecandu yang direhabilitasi mengalami peningkatan daripada tahun sebelumnya yakni sekitar 1.123 orang.
Menurutnya berdasarkan data adanya peningkatan jumlah pecandu tersebut. BNN, katanya, akan mengambil langkah konkrit untuk membendung imun masyarakat terhadap penyalahgunaan narkotik dan mempersempit ruang peredaraannya.
"Ke depan BNN berencana untuk memberikan penguatan pada bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya preventif dalam pengentasan dan menekan laju peredaran narkotika," katanya.
Komentar
Berita Terkait
-
Gilang Dhielafararez Puji Pengungkapan 3,37 Ton Marijuana: Selamatkan 10 Juta Jiwa dari Bahaya THC
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
-
Tinggalkan Ganja, BNN Bakal Sulap Petani di Aceh Jadi Pengusaha Kopi Produktif
-
Narkoba Kini Menyusup Lewat Platform Digital dan Vape, Menkomdigi Minta Orang Tua Waspada
-
Bobby Nasution Ajak Kolaborasi Total Berantas Narkoba, Siap Dukung Anggaran BNNP
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement