Suara.com - Dewan Keamanan (DK) PBB pada Rabu (23/12/2015) dengan suara bulat mensahkan resolusi, dan menyambut baik kesepakatan antar-faksi politik yang bersaing di Libya untuk membentuk pemerintah persatuan nasional.
Resolusi tersebut, yang menyambut baik pembentukan Dewan Presiden sembilan-anggota di Libya, juga menyeru DK agar mengupayakan pembentukan pemerintah dalam waktu 30 hari dan menuntaskan pengaturan keamanan yang diperlukan untuk menstabilkan Libya.
Kesepakatan yang diperantarai PBB itu ditandatangani pada Kamis (24/12/2015) di Maroko oleh anggota parlemen yang bersaing di Libya, satu parlemen yang diakui masyarakat internasional dan satu lagi yang diproklamasikan secara sepihak di Tripoli, bersama wakil dari semua partai politi8k Libya, pemerintah kota praja dan kelompok masyarakat sipil.
Menurut kesepakatan tersebut, semua peserta dialog mengenai Libya akan membentuk pemerintah persatuan guna mengakhiri kerusuhan dan kekacauan politik di negeri itu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.
Resolusi tersebut juga mensahkan Komunike Roma, dokumen yang telah menjanjikan dukungan buat pemerintah persatuan nasional sebagai satu-satunya pemerintah yang sah di Libya.
Libya telah menghadapi krisis politik antara dua parlemen dan pemerintah yang bersaing serta memperebutkan keabsahan di tengah kekacauan dan kondisi tidak-aman selama bertahun-tahun, setelah tergulingnya mendiang pemimpin Libya Muammar Gaddafi.
PBB telah menaja beberapa dialog antar-kelompok yang bersaing di Libya sejak September 2014, di dalam dan luar Libya, guna mengakhiri perpecahan politik di negeri tersebut.
Libya memang didera konflik berkepanjangan sejak jatuhnya Moammar Gaddafi pada 2011 setelah berkuasa sejak 1 September 1969. Sayangnya kejatuhan Gaddafi lantas diikuti dengan konflik kembali berkepanjangan dan menyisakan 2 poros besar, kekuatan Islamis dan sekuler.
(Antara)
Berita Terkait
-
Indonesia Enggan Dukung Resolusi DK PBB yang Kurang Berimbang pada Iran
-
Jeffrey Epstein Minta Bantuan Israel untuk Caplok Aset dan Tambang Libya
-
Solidaritas Libya untuk Palestina: Unjuk Rasa Dukung Gaza Menggema di Tripoli
-
14 Negara Setuju, AS Sendirian Veto Resolusi Gencatan Senjata Gaza di DK PBB
-
Ranking FIFA: Intip Sepak Bola Tiga Negara Afrika yang Berada di Atas Indonesia
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
Terkini
-
Jangkauan Rudal Iran Tembus 4000 Km, AS dan Sekutnya Gemetar, Panas Dingin, Panik
-
Mantan Direktur FBI Robert Mueller Tutup Usia, Donald Trump: Saya Senang Dia Mati!
-
Influencer Inggris Jadi Buzzer Pemerintah? Pamer Bikini Tutupi Realita Perang Iran
-
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Ultimatum Trump Picu Ancaman Balasan dari Teheran
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Berbagi Berkah Ramadan, Driver ShopeeFood Kompak Masak untuk Anak-Anak Panti Asuhan
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis