Kapolri Jenderal Badrodin Haiti [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengakui dirinya menjadi salah satu sasaran dalam aksi terorisme menjelang Natal 2015 dan Tahun Baru 2016. Dia pun mengatakan, ancaman ini sebagai risiko pekerjaannya.
"Ya, enggak papa. Itu bagian dari risiko sebagai Kapolri. Tentu itu kita lihat hal yang biasa bila seseorang melakukan sesuatu yang baik itu selalu ada saja tantangannya," kata Badrodin usai mengunjungi Gereja Katederal Jakarta, Kamis (24/12/2015).
Dia malah mengatakan, yang terpenting adalah bukan hanya peningkatan kewaspadaan, tapi kejelian dalam melihat teror ini. Sebab bukan tidak mungkin teror untuk dirinya bukanlah teror sesungguhnya, hanya sebagai penyesatan konsentrasi.
"Jangan salah, itu bisa saja merupakan suatu penyesatan konsentrasi. Supaya mengamankan pejabat kepolisian, tapi yang disasar adalah pihak lain. Karena itu kita tidak boleh lengah. Ini warning," kata Badrodin.
Dia menambahkan, pihak kepolisian juga sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi adanya aksi-aksi yang mengganggu keamanan pada Bulan Desember ini. Pengamanan ini, sambungnya, juga melibatkan stakeholder yang terkait.
"Kita libatkan khusus TNI, Satpol PP, komponen masyarakat. Mudah-mudahan dengan pengamanan ini bisa berjalan dengan aman dan lancar," kata dia.
Sambil, sambungnya, menyelidiki jaringan teror baru supaya bisa diminimalisir. Penyelidikan ini dilakukan terhadap sembilan orang pelaku teror yang diamankan Polri pekan lalu. Para pelaku, menyatakan akan meneror perayaan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.
"Kita akan intensifkan di tingkat penyelidikan," ujarnya.
Seperti diketahui, dari dokumen yang disita dari terduga teroris, selain akan mengebom sejumlah tempat juga membunuh Kapolri, Kapolda dan sejumlah pejabat kepolisian.
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!