- Ketua Banggar bela pencalonan Thomas Djiwandono jadi Deputi Gubernur BI.
- Publik diminta nilai kemampuannya, bukan statusnya sebagai keponakan Presiden.
- Independensi BI dijamin UU, pencalonan ini dinilai bukan bentuk nepotisme.
Suara.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, membela pencalonan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia meminta publik untuk menilai sosok Thomas secara proporsional berdasarkan kapasitas profesionalnya, bukan sekadar status kekeluargaannya dengan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Said, Thomas memiliki reputasi dan kredibilitas yang kuat di bidang moneter.
"Melihat latar belakangnya, dia memang expert-nya lebih di moneter daripada di fiskal," ujar Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Status Keponakan Presiden Hanya Kebetulan?
Mengenai sensitivitas publik terkait status Thomas sebagai keponakan Presiden, Said menyebut hal itu sebagai sebuah kebetulan. Ia menegaskan bahwa seseorang tidak bisa memilih akan lahir di keluarga mana.
"Kebetulan saja jadi keponakan. Dia kan tidak bisa memilih jadi keponakan atau tidak. Saya melihat pemilihan kali ini pada sosok kemampuan Thomas," katanya.
Politisi PDI Perjuangan ini juga menepis kekhawatiran publik mengenai tergerusnya independensi Bank Indonesia. Menurutnya, independensi BI sudah dipagari secara ketat oleh UU Bank Indonesia dan UU P2SK. Selain itu, pengambilan keputusan di BI bersifat kolektif kolegial.
"Seharusnya publik tidak perlu khawatir. Toh kepemimpinan di sana kolektif kolegial. Dan itu jabatannya Deputi, bukan Gubernur BI," imbuhnya.
Saat disinggung mengenai tudingan adanya unsur Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), Said dengan tegas membantahnya. Baginya, yang terpenting adalah kepercayaan (trust) dan integritas.
Baca Juga: Jaga Independensi BI, Thomas Djiwandono Tunjukkan Surat Mundur Dari Gerindra
"Ini bukan soal KKN, ini soal trust. Yang penting kita punya trust, kemudian terukur, integritasnya terjaga, maka saya pikir itu KKN-nya sudah bisa dilewati," katanya.
Ia pun menyatakan keyakinannya bahwa Thomas akan sangat mumpuni jika terpilih.
"Akan sangat mumpuni Tommy di sana. Percaya deh," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Abbas Araghchi Jumpa Putin, Rusia Buka Peluang Jadi Mediator Iran-AS
-
Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang karena Dukung Iran
-
Kecelakaan KRL Bekasi, Media Asing Sorot RI Banyak Pakai Armada Transportasi Umum Kurang Terawat
-
KAI Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan hingga Pemakaman Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Blokade AS di Selat Hormuz, Jutaan Nyawa di Afrika dan Asia Terancam Kelaparan
-
Tabrakan Maut Bekasi Timur Disorot MTI: Efek Domino hingga Dugaan Kelalaian Masinis
-
Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Datangi RSUD Pagi Ini
-
Pojokkan AS, Iran Tawarkan Barter Selat Hormuz demi Akhiri Perang
-
Kasus Andrie Yunus Disebut Terorisme Negara, Rakyat Tolak 'Sandiwara' Peradilan Militer
-
Dirut KAI Pastikan Tak Ada Pegawai Jadi Korban dalam Tabrakan Kereta di Bekasi Timur