Suara.com - Memasuki tahun 2016, Cina memulai era baru. Pasangan yang sudah menikah di Cina mulai Jumat (1/1/2016) diizinkan untuk memiliki dua anak. Kebijakan ini diumumkan Oktober lalu, menyusul kekhawatiran mengenai populasi yang menua dan menyusutnya tenaga kerja mengakhiri kebijakan kontroversial satu anak di negara itu.
Perubahan itu, yang diumumkan pada Oktober oleh Partai Komunis --yang berkuasa, berlaku mulai 1 Januari 2016, tulis kantor berita Xinhua.
"Kebijakan satu anak" diberlakukan pada akhir 1970-an, yang membatasi kebanyakan pasangan hanya memiliki seorang anak melalui sistem denda bagi pelanggar dan bahkan aborsi paksa.
Selama bertahun-tahun, pemerintah berpendapat bahwa itu adalah kontributor kunci untuk kemajuan ekonomi Cina dan telah mencegah 400 juta kelahiran.
Keluarga di pedesaan diizinkan memiliki dua anak jika yang pertama adalah seorang anak perempuan, sementara etnik minoritas diizinkan memiliki keturunan ekstra, sehingga beberapa pihak menjulukinya sebagai kebijakan "satu setengah anak".
Tetapi hal itu juga menyebabkan kisah sedih bagi calon orang tua, dan permintaan aborsi jenis kelamin selektif atau pembunuhan bayi yang menargetkan perempuan karena keuntungan sosial untuk anak laki-laki yang telah berlaku selama berabad-abad.
Penduduk Cina yang kini mencapai 1,37 miliar merupakan yang terbanyak di dunia. Namun, sekarang menua dengan cepat dan memiliki ketidakseimbangan jender parah, sementara tenaga kerja negara itu menyusut.
Berdasarkan undang-undang baru, pasangan yang sudah menikah kini diizinkan untuk memiliki anak kedua, tapi undang-undang itu mempertahankan batas atas kelahiran tambahan.
Menurut prediksi para pejabat dari Kesehatan Nasional dan Komisi Keluarga Berencana, sekitar tiga juta bayi tambahan diperkirakan akan lahir setiap tahun selama lima tahun ke depan sebagai hasil dari kebijakan ini.
Hal ini akan menambah total sekitar 30 juta orang untuk angkatan kerja pada tahun 2050, kata para pejabat. Namun, para ahli mengatakan pergeseran ini mungkin terlalu sedikit, terlalu terlambat untuk mengatasi krisis penduduk di Cina.
Lainnya memperingatkan bahwa banyak pasangan di cina yang tidak menginginkan anak lagi, terutama mengingat biaya, dan efek dari perubahan yang tetap tidak jelas. (Antara/Xinhua)
Berita Terkait
-
Semarak Perayaan Peh Cun di Berbagai Daerah Indonesia
-
Lighter and Princess: Kesetiaan & Penghianatan yang Dieksekusi Membabi Buta
-
Aktivitas Unik Saat Libur Panjang, Foto Ala Drama Cina Kini Banyak Diminati Anak Muda
-
10 Mobil PHEV Terlaris April 2026, Merek China Kuasai Pasar Indonesia
-
Resep Kaya ala Orang Cina: Ketika Strategi yang Tepat Terlihat Seperti Hoki
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi