Suara.com - Aparat hukum dan Pemerintah Jerman kini berupaya melakukan segalanya untuk mencegah terulangnya kekerasan seksual massal yang terjadi di Koln pada malam tahun baru.
Menteri Kehakiman Jerman, Heiko Maas, menjanjikan hukuman yang keras terhadap para pelaku.
"Apa yang terjadi di stasiun kereta api utama Koln dan lokasi lainnya di Jerman tidak dapat diterima. Peristiwa ini tidak boleh terulang dan pelaku harus dihukum," kata Maas selama press-conference di Berlin, Selasa (5/1/2016).
Polisi Koln menerima setidaknya 60 pengaduan dari berbagai kekerasan seksual. Termasuk salah satu tuduhan pemerkosaan, setelah perayaan Tahun Baru di kota.
Para wanita diserang oleh sekelompok sekitar 1.000 orang muda, yang dilihat oleh para saksi sebagai dari "Arab atau Afrika Utara" yang sedang mabuk, di alun-alun dekat Central Station Koln.
Salah satu korban dari serangan itu mengatakan bahwa bagian bawah payudaranya dilecehkan oleh massa. Ia mengaku telah digerayangi sekitar 100 kali oleh massa.
"Kita perlu untuk mengklarifikasi apakah ini bentuk baru dari kejahatan terorganisir, yang lembaga negara harus mengambil tindakan terhadap," kata Menteri Kehakiman.
"Kami fokus pada penentuan penyerang dan untuk memperkenalkan mereka hukuman mereka," ujar Maas menambahkan. Ia juga menekankan bahwa "semua orang sama di hadapan hukum."
Menurut Menteri, tidak hanya pelaku, tetapi juga "orang-orang yang ada di sana, yang telah merekayasa kondisi sehingga para perempuan tidak bisa melarikan diri akan juga menghadapi keadilan karena dianggap menjadi "kaki tangan" untuk kejahatan.
Walikota Koln, Henriette Reker, mengadakan pertemuan krisis pada Selasa (5/1/2016) atas serangan seksual massa, mengatakan kemudian bahwa ia mengharapkan "penuntutan ketat" untuk penyerang.
Walikota juga mendesak tindakan yang lebih pencegahan yang akan dilaksanakan di kota untuk menghindari insiden serupa di masa depan.
"Bagi saya pencegahan berarti, tentu saja, untuk berpikir tentang fakta bahwa, khususnya, perempuan muda dan gadis-gadis yang terlibat di sana dan wanita-wanita muda dan gadis-gadis harus lebih terlindungi. Ini berarti bahwa mereka harus pesta, pesta Karnaval [diselenggarakan oleh Koln pada bulan Februari], tapi kali ini mereka harus lebih siap daripada mereka sampai sekarang, "katanya.
Selama kampanye pemilu musim gugur lalu, Reker pernah mengalami luka tusukan pisau dari seorang pria marah dengan masuknya pengungsi ke Jerman dan sikap pro-migran walikota.
Polisi kota, Wolfgang Albers, mengatakan bahwa kehadiran polisi di Cologne akan diperkuat setelah peristiwa.
"Ini akan terjadi dengan kehadiran terbuka dan kehadiran tersembunyi. Kami juga akan mengatur tempat masalah, terutama untuk Karnaval. Dan juga akan ada video surveillance sementara, "kata Albers.
Berita Terkait
-
Ukir Sejarah! Kevin Diks Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Jabat Ban Kapten di Bundesliga Jerman
-
Bongkar Bentuk Kekerasan Seksual Eks Pelatih Panjat Tebing, Bareskrim: Meraba hingga Persetubuhan
-
18 Tahun Bungkam, Michael Ballack Bergetar Saat Ceritakan Kematian Tragis Sang Anak
-
Jadwal Liga Jerman Pekan ke-25: Kevin Diks Cs akan Melawat ke Markas Bayern Munich
-
Kevin Diks Tembus Team of the Week Bundesliga Sejajar Harry Kane
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini