Suara.com - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan menyebut Jessica Kumala Wongso (27) sebagai saksi spesial dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin (27). Maksudnya, dia menjadi saksi kunci. "Dia (Siska) saksi spesial, bisa disebut begitu," ujar Anton, Selasa (19/1/2016).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti tidak tertarik menanggapi pernyataan Anton.
"Saya nggak tahu, saya nggak dengar, saya nggak baca (media) onlinem saya nggak nonton tv," kata Krishna di Polda Metro Jaya, Rabu (20/1/2016).
Lebih lanjut, Krishna menjelaskan pemeriksaan Jessica hari ini merupakan proses lanjutan dari pemeriksaan kemarin.
Kemarin, kata Krishna, pengacara Jessica: Yudi Wibowo Sukinto, meminta penyidik agar menghentikan pemeriksaan untuk sementara waktu dan melanjutkannya hari ini untuk memberi waktu Jessica istirahat.
"Pengacara meminta hari ini karena kemarin terlalu lelah, Materi nggak bisa disampaikan dong," kata Krishna.
Ketika ditanya apa saja yang ditanyakan penyidik kepada Jessica saat pemeriksaa, Krishna enggan menjawab.
Semalam, Jessica bilang tidak ingat persis berapa pertanyaan yang dilontarkan penyidik. Dia hanya bilang pertanyaannya sampai ratusan.
Mirna meninggal dunia usai minum es kopi Vietnam di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2016). Jessica dan Hani ada di lokasi saat peristiwa terjadi.
Jessica, Hani, dan Mirna merupakan teman di Billy Blue College of Design, Sidney, Australia. Mereka lulus bareng tahun 2008 dan Jessica langsung bekerja di Australia.
BERITA MENARIK LAINNYA
Kisah Pertemanan Jessica, Hani, Mirna Sampai Kopi Maut Merenggut
Pengacara Bantah Kematian Mirna Dilatari Cinta Segitiga
Misteri Siapa Meracuni Mirna, Jessica: Entar Pasti Terungkap
Polisi: Harusnya Jessica Sedih Kalau Jenazah Mirna Dirobek Lagi
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!