Tekanan akibat perang, membuat Negara Islam (ISIS) memangkas gaji tentaranya hingga setengah dari jumlah semula.
Menurut dokumen yang bocor, selama ini tentara ISIS mendapatkan antara 400 hingga 1.200 dolar AS per bulan, ditambah uang saku sebesar 50 dolar untuk istri-istri mereka dan 25 dolar untuk anak mereka.
Menurut Congressional Research Service, gaji itu biasa dibayarkan setiap dua minggu sekali.
Tetapi serangkaian pukulan yang diterima ISIS dari pasukan koalisi pimpinan AS, membuat 'pemerintahan' ISIS kesulitan keuangan dan tidak mampu membayar tentaranya seperti dulu.
"ISIS menghadapi krisis rekening dan telah memutuskan untuk mengurangi gaji kepada semua mujahidin hingga setengahnya. Dan tidak ada pengecualian bagi siapa pun dan apapun posisinya," demikian isi memorandum Pemerintah ISIS yang bocor. Meski ada pemotongan gaji, ISIS tetap akan menjalankan ketentuan pembayaran gaji dua kali setiap bulan.
Bocoran dokumen ini diperoleh Aymenn Jawad al-Tamimi, seorang ulama terkemuka yang melacak ISIS. Dia tergabung dalam Forum Timur Tengah. Al-Tamimi mendapat dokumen dari sumber di dalam Al-Raqqa, salah satu kota di Suriah yang dikuasai ISIS.
ISIS memperoleh pendapatannya dari pajak. Salah satu sumber utama tekanan pada keuangan ISIS 'adalah pemboman yang dilakukan pasukan koalisi pimpinan AS yang membidik bisnis minyak ISIS: meledakkan truk minyak, tangki penyimpanan, kilang mobile dan peralatan lapangan minyak lainnya. (cnn.com)
Tag
Berita Terkait
-
Sosok Abdul Ballout, Penabrak Kerumunan Orang di Parade Gay Pride di Berlin
-
Tampang Abdul Ballout Pelaku Serangan Berdarah di Berlin Terafiliasi dengan ISIS
-
Anak 16 Tahun Mau Bakar Gereja, Diduga Diperintahkan ISIS
-
Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla