“Melihat tiga jenderal keluar, yang ketakutan adalah pengacara saya, Alamsyah Hanafi. Dia bilang kepada kelima polisi tersebut. 'Pak, pak, beribu-ribu maaf pak, ini klien saya orang gila pak.' Terus tiga jenderal di luar itu terus berpikir, loh kenapa kita keluar, kan dia yang terdakwa, kenapa kita bos di sini. Mau masuk lagi, sudah malu, dan yang lima orang di dalam itu tunduk terus, malu bosnya diusir,” kata Wiman sambil tertawa.
Wimanjaya melanjutkan cerita. Melihat sikap keras Wimanjaya, Kolonel Lubis akhirnya memintanya untuk pulang. Pemeriksaan hari itu dibatalkan.
Tapi, sebelum pulang, Kolonel Lubis memberi Wimanjaya kertas folio yang berisi puluhan pertanyaan terkait buku Primadosa. Wimanjaya diminta menyerahkan jawaban ke polisi dilain hari.
“Terus di mobil pengacara saya bilang begini, untung tadi saya minta maaf pak, kalau tidak sebentar malam kita sudah diciduk, pak, diikat kawat, dimasukkan dalam karung, dibuang ke laut, dan mati misterius. Saya bilang, kenapa mesti minta maaf terhadap jenderal goblok begitu, kalau dia jenderal benaran pasti dia bilang tidak, 'kami bos di sini, kamu terdakwa, jangan banyak mulut, nanti saya tembak mulutmu, gigimu rontok, mau?' Itu saya cuma gertak, bilang keluar saja, keluar benaran,” katanya Wimanjaya sambil tertawa.
Suatu hari, Wimanjaya diperiksa lagi di Kejaksaan Agung. Tiga jam lamanya. Jaksa Muda Intel Kejaksaan Agung menginterogasinya, antara lain mencari tahu sumber dokumen untuk menulis buku.
Tapi, Wiman menolak memberitahu. Bahkan, dia marah. Jaksa pun menyerah.
“Saya bilang oh ada pesawat yang lewat di Poltangan, dia buang kertas-kertas, saya pungut saja, eh ternyata dokumen. Dia mau supaya saya memberi tahu alasannya. Tapi kan nggak bisa saya memberitahukan sumbernya, menurut kode etik jurnalistik, kan nggak boleh kita menceritakan sumber berita itu, itu nggak bisa. Terus saya bilang, kalau saya kasih lihat aslinya, kamu berani nggak tangkap Soeharto, dia bilang ya nggak dong. Kalau nggak ya, nggak usah, saya kalau saya kasih aslinya saya tunjukkan ke kamu, tapi kamu nggak berani tangkap Soeharto, sama saja saya kasih mutiara kepada b**i (suara keras). Waduh, kaget dia, langsung dia bilang, merokok pak, merokok pak, saya bilang, saya tidak merokok. Terus dia pusing, dia bilang, begini pak, bapak pulang aja, nanti kapan-kapan kami panggil lagi nanti, sampai hari ini, saya nggak pernah dipanggil lagi,” katanya.
Wimanjaya pernah menjalani interogasi yang menurutnya sangat menegangkan. Ketika itu dia berhadapan dengan 12 petinggi TNI. Di antaranya ada Wiranto, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Sutiyoso. Dibanding yang lain-lain, Wiranto lebih galak.
“Yang paling galak itu Wiranto, dia bertanya misalnya, kenapa kamu gugat keluarga Soeharto, Ibu Tien dan keluarganya. Saya bilang karena mereka berbisnis atas nama Presiden dengan konglomerat hitam, itu sudah menyalahgunakan wewenang Presiden,” kata Wimanjaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Pakai Foto AI Buat Respons Laporan Warga: Pemprov DKI Berang, Oknum Disikat, Aturan Ketat Disiapkan
-
Trump Ancam Iran Hidup Menderita Jika Selat Hormuz Ditutup, Siapkan Serangan Besar
-
Serangan Israel di Jnah Beirut Tewaskan Warga hingga Iran Berhasil Tembak Jatuh Pesawat Militer AS
-
Babak Baru Kasus Pembunuhan Kacab Bank: 3 Prajurit TNI Jalani Sidang Perdana di PN Militer Hari Ini!
-
Puing Helikopter Black Hawk dan C-130 AS Berserakan di Gurun Iran
-
Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!
-
Donald Trump Ancam Kirim Neraka ke Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Dalam Waktu 48 Jam Mendatang
-
Imbas Kasus Amsal Sitepu, Kajari dan Kasi Pidsus Karo Diboyong Intel Kejagung ke Jakarta!
-
Dunia Tahan Napas, Iran Ancam Luncurkan "Kejutan Besar" untuk Hancurkan AS-Israel
-
Terancam Dipolisikan JK, Kubu Rismon Sianipar Berdalih Tudingan Dana Rp5 Miliar Hasil Olahan AI