Suara.com - Dua penjambret diamuk massa usai merampas telepon genggam milik seorang remaja putri Sarawati (14), di Jalan Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (25/1/2016). Dua penjambret yang diamuk massa yakni Apriansyah Saputra (16) dan Alfian Hidayat (16).
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Herru Julianto menceritakan sebelumnya dua penjambret tersebut mendapat 'bogem mentah' dari para warga.
Kejadian tersebut berawal ketika korban berjalan kaki menuju lokasi sekolah sambil memainkan handponenya. Tiba-tiba, kata Herru, kedua pelaku menghampiri korban dari belakang menggunakan sepeda motor dan langsung merampas handpone korban.
"Korban yang kaget Handponenya dirampas, Kemudian korban berteriak pelaku yang panik memacu sepeda motor pun terjatuh, sehingga dikejar oleh warga dan ditangkap lalu dihajar massa," kata Herru, Senin (25/1/2016).
Dikatakan Herru, beruntung ada petugas patroli Aiptu Saily yang sedang bertugas dan anggota buser Polsek Metro Taman Sari Aiptu Jarwoto di lokasi kejadian sehingga nyawa kedua penjambret bisa diselamatkan dari amukan massa.
Meski telah diamankan kedua pelaku mengalami luka lebam dan berdarah-darah. Lebih lanjut, Herru mengatakan keduanya pun langsung digelandang ke Polsek Metro Taman Sari untuk menjalani pemeriksaam lebih lanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat