Suara.com - Hari ini, Hani, diperiksa penyidik Polda Metro Jaya lagi. Hani dan Jessica Kumala Wongso ada di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, saat Mirna minum es kopi Vietnam yang kemudian merenggut nyawa Mirna, Rabu (6/1/2016) itu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Krishna Murti menjelaskan kenapa Mirna diperiksa penyidik lagi. Menurut Krishna sebagian keterangan yang disampaikan Hani tidak konsisten sehingga harus diulang.
"Pemeriksaan karena ada beberapa pertanyaan yang dikaji ulang dari hasil analisa kronologis yang kami miliki," kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Senin (25/1/2016).
Menurut Krishna keterangan Hani tidak konsisten karena ketika itu dia panik saat diperiksa penyidik.
"Karena Hani ini kan orangnya panik waktu itu, kami tanya mungkin dia tidak ingat kami tunjukkan sesuatu apakah dia mengingat ingat lagi karena keterangannya ada yang berbeda dengan yang kami miliki, kita cek lagi," katanya
Krishna menambahkan saat ini penyidik telah mendapatkan keterangan ahli, alat bukti, dan hasil autopsi dari Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri. Kalau tak ada aral melilntang, besok penyidik akan ekspos di hadapan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
"Kalau ahli sedang kita proses, ada ahli yang sedang diperiksa juga," kata dia.
Mirna meninggal dunia usai meneguk es kopi Vietnam bercampur zat sianida di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2016).
Saat peristiwa terjadi, di meja yang sama, Mirna ditemani dua kawan, Jessica Kumala Wongso (27) dan Hani. Mereka merupakan teman sekampus di Billy Blue College of Design, Sidney, Australia. Mereka lulus 2008. Jessica dan Hani merupakan saksi dalam kasus kematian Mirna. Polisi juga telah memeriksa beberapa saksi termasuk memintai keterangan Jessica dan Hani.
BACA JUGA:
Polisi Sudah Temukan Motif Kuat Pembunuhan Mirna
Nikita Mirzani-Ahmad Dhani Makin 'Lengket'
Berebut Kaos Viking, The Jak Dipukuli Penonton Beratribut TNI
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
Terkini
-
5 Fakta Aksi Warga Tolak Party Station di Kartika One Hotel Lenteng Agung
-
Arkadia Digital Media akan Gelar Seminar Nasional Profesionalisme Penegakan Hukum dan Iklim Usaha
-
Gaza Diserang, Prabowo Komunikasi ke Board of Peace
-
Sempat Picu Korban Jiwa, Polisi Catat 1.000 Titik Jalan Rusak di Jakarta Mulai Diperbaiki
-
Jelang Hadapi Saksi, Nadiem Makarim Mengaku Masih Harus Jalani Tindakan Medis
-
Propam Pastikan Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Pedagang Es Gabus, Aiptu Ikhwan Tetap Jalani Pembinaan
-
Singgung Alasan Medis Nadiem Makarim, Pengacara Minta Penahanan Dibantarkan
-
Israel Kembali Serang Gaza, Komisi I DPR Minta RI Lebih Aktif Tekan Institusi Internasional
-
Febri Diansyah: Dialog Publik soal Fakta Sidang Bukan Obstruction of Justice
-
Ekonom UGM: Iuran Dewan Perdamaian Bebani APBN, Rakyat Bersiap Hadapi Kenaikan Pajak