Suara.com - Sudah jatuh tertimpa tangga mungkin jadi kata-kata yang tepat untuk menggambarkan nasib remaja putri asal India ini. Jadi korban aksi pemerkosaan, remaja berusia 15 tahun ini diduga kembali mengalami pelecehan seksual justru di rumah sakit tempat ia dirawat.
Remaja putri tersebut mengaku diperkosa oleh seorang penjaga keamanan di Rumah Sakit Mahatma Gandhi Medical College di Kota Jamshedpur. Pemerkosaan itu terjadi hanya beberapa hari setelah ia dimasukkan ke rumah sakit tersebut usai jadi korban pemerkosaan seorang remaja di lingkungan sekitar rumahnya.
Rumah sakit umum di India kerap penuh sesak oleh pasien, namun kekuarangan staf. Akibatnya, keamanan pasien pun tak terjamin.
BACA JUGA:
Malang, Bayi Usia 11 Bulan Meninggal Usai Disuntik Perawat
Petugas kepolisian setempat Chandan Jha, kepada AFP, mengatakan bahwa pelaku pemerkosaan di rumah sakit tersebut sudah diamankan. Sementara itu, korban sudah dipindahkan ke rumah sakit lain yang dikatakannya "terbaik di kota tersebut".
Kasus ini terjadi menyusul digelarnya sebuah protes massal yang digelar sebuah kelompok pembela hak asasi perempuan di Calcutta pada Jumat pekan lalu.
Protes massal itu diadakan menyusul vonis mati bagi tiga orang yang didakwa memperkosa dan membunuh seorang perempuan berusia 20 tahun pada tahun 2013 silam.
Pelecehan seksual dan kekerasan terhadap perempuan di India jadi sorotan nasional setelah kematian seorang mahasiswi fisioterapi Jyoti Singh di Delhi yang diperkosa sekawanan lelaki di atas bus tahun 2012.
Kasus tersebut menuai perhatian dari dunia internasional yang iba pada penderitaan perempuan di India. Tekanan dari berbagai pihak membuat lembaga peradilan mereformasi sistem persidangan sehingga menjadi lebih singkat. Hukuman yang dijatuhkan pun jauh lebih berat. (Independent)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Ayah Ungkap Pekerjaan Suami Mirna
Istri Indra Bekti Tanggapi Tuduhan Pelecehan Seksual
Derry Drajat Berbisik ke Istri saat Pelepasan Nyawa
Nenek Ini Minta Foto Bareng Lalu beri 200 Ringgit ke Baim Wong
Tag
Berita Terkait
-
Bintang Timnas Maroko Achraf Hakimi Akan Diadili dalam Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Kasus Pemerkosaan EZ Buka Tabir Rentannya Buruh Disabilitas Perempuan di Perkebunan Sawit
-
PT USU Diduga Redam Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli, Korban Di-PHK dan Pelaku Dipindah ke Luar Provinsi
-
Polisi Disebut Sulit Memahami Korban, Kasus Pemerkosaan Buruh Tuli di Madina Berlarut-larut
-
Diperkosa di Tempat Kerja, Buruh Tuli di Sumatra Kini Menganggur dan Hidup dalam Trauma
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?