News / Nasional
Selasa, 02 Februari 2016 | 11:05 WIB
Lokasi permukiman warga eks-Gafatar yang dibakar massa di kawasan Monton Panjang, Dusun Pangsuma, Desa Antibar, Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalbar, Selasa (19/1). (Antara)

Suara.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan pemerintah Indonesia telah memulangkan warga mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara dari Kalimantan Barat ke tujuh provinsi di Indonesia.

"Mereka sudah tiba semua, mereka yang telah dipulangkan ditempatkan di balai-balai ke tempat penampungan yang sudah disiapkan di pemda-pemda di tujuh provinsi," ujar Puan di kantor Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2016).

Ke tujuh provinsi tempat asal warga mantan anggota Gafatar, antara lain, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Saat ini, Puan rapat koordinasi dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise untuk membahas kelanjutan penanganan warga mantan anggota Gafatar.

"Kami ingin mendapatkan laporan dan tindaklanjuti kehadiran mereka, apakah sudah di jemput oleh seluruh pemda tempat mereka berasal dan gimana penanganan sesuai tupoksi masing-masing," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, lima menteri masih melakukan rapat koordinasi di lantai tujuh gedung Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Warga mantan anggota Gafatar berharap kepada pemerintah mengganti aset yang terpaksa mereka tinggalkan di Kalimantan Barat. Sebab, perpindahan mereka ke luar Pulau Kalimantan bukan kehendak sendiri, melainkan dipaksa karena kekhawatiran atas aktivitas Gafatar yang dinilai akan mendirikan negara sendiri.

Tag

Load More