Suara.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan pemerintah Indonesia telah memulangkan warga mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara dari Kalimantan Barat ke tujuh provinsi di Indonesia.
"Mereka sudah tiba semua, mereka yang telah dipulangkan ditempatkan di balai-balai ke tempat penampungan yang sudah disiapkan di pemda-pemda di tujuh provinsi," ujar Puan di kantor Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2016).
Ke tujuh provinsi tempat asal warga mantan anggota Gafatar, antara lain, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Saat ini, Puan rapat koordinasi dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise untuk membahas kelanjutan penanganan warga mantan anggota Gafatar.
"Kami ingin mendapatkan laporan dan tindaklanjuti kehadiran mereka, apakah sudah di jemput oleh seluruh pemda tempat mereka berasal dan gimana penanganan sesuai tupoksi masing-masing," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, lima menteri masih melakukan rapat koordinasi di lantai tujuh gedung Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Warga mantan anggota Gafatar berharap kepada pemerintah mengganti aset yang terpaksa mereka tinggalkan di Kalimantan Barat. Sebab, perpindahan mereka ke luar Pulau Kalimantan bukan kehendak sendiri, melainkan dipaksa karena kekhawatiran atas aktivitas Gafatar yang dinilai akan mendirikan negara sendiri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi