News / Nasional
Selasa, 02 Februari 2016 | 14:51 WIB
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kementerian Agama menuduh organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) bercita-cita mendirikan negara Islam sendiri di Indonesia. Menurutnya ini ancaman serius.

"Kemenag memiliki temuan-temuan bahwa mereka bercita-cita mendrikan negara Islam. Jadi ini bukan hanya persoalan keagamaan tapi ancaman terhadap sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin usai menghadiri rapat koordinasi di kantor Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2016).

Rapat koordinasi itu dilakukan antara Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise. Dalam rapat, Lukman menyampaikan bukan hanya masalah sosial dan agama melainkan persoalan hukum yang harus ditegakkan.

"Jadi di rakor ini saya sampaikan selain persoalan sosial dan agama yang menimbulkan keresahan di masyarakat, yang utama adalah persoalan hukum, yang harus ditegakkan menurut saya," ujar Lukman.

Apa yang dilakukan oleh organisasi Gafatar ini dinilai Lukman bukan hanya terkait penodaan agama. Terlebih pemimpin mereka Musaddeq pada tahun 2008 sempat divonis 4 tahun, karena dianggap melakukan penodaan agama, penistaan agama.

"Jadi ini bukan hanya terkait penodaan agama, tapi terindikasi kuat menurut hemat saya adanya makar, karena secara jelas Balitbang. Sehingga penegakan hukum harus lebih tegas dikedepankan," jelas politisi PPP ini.

Load More