Suara.com - Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri masih mendalami sindikat penjualan organ ginjal manusia di daerah Bandung, Jawa Barat, yang diyakini melibatkan salah satu rumah sakit di jakarta.
Dalam kasus ini, Bareskrim Polri telah menetapkan tiga tersangka berinisial DD, Y alias AG, dan HS. Korban yang tercatat polisi mencapai 15 orang.
Pengacara tiga tersangka, Osner Johnson Sianipar, dalam aksi, HS berperan sebagai penghubung antara pendonor dan pihak rumah sakit yang akan melakukan pemeriksaan dan transplantasi.
Sedangkan DD dan AG, kata Osner, berperan sebagai pencari warga yang ingin mendonorkan ginjal. Lalu, HS membawa mereka ke klinik kesehatan di Bandung untuk pemeriksaan, kemudian dibawa ke rumah sakit di Jakarta sampai tindakan.
"Memang HR yang punya ngurus ke rumah sakit, dalam berita acara pemeriksaan, juga sebutkan nama beberapa dokter makanya kemarin penyidik periksa dokternya," kata Osner.
Osner menambahkan barang yang disita penyidik dari para tersangka, antara lain ponsel dan komputer milik HS. Dari hasil pemeriksaan, penyidik menemukan adanya komunikasi antara HR dan pihak rumah sakit.
"Ia (HS) yang komunikasi, dia yang menghubungkan pendonor ke pihak rumah sakit. Diketahui di handphone Herry ketahuan semua ada komunikasi dua arah, Herry berhubungan dengan rumah sakit beberapa kali. Makanya pihak rumah sakit diperiksa," kata Osner.
Osner masih merahasikan nama rumah sakit yang terlibat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan