Suara.com - Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyiapkan seorang psikolog sebagai tempat konsultasi bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang mempunyai masalah rumah tangga. Sebab di Bengkulu banyak PNS yang menggugat cerai pasangannya karena kasus perselingkuhan.
"Kita punya tenaga PNS lulusan S1 psikologi dan akan dikirim pendidikan S2 psikologi dan disiapkan menjadi tempat konsultasi PNS yang punya masalah rumah tangga dan berniat pisah dengan pasangannya menjadi batal," kata Kabid Diklat dan Kesejahteraan Pegawai BKPPD Mukomuko Sutrisna di Mukomuko, Sabtu (6/2/2016).
Pemerintah Bengkulu setempat butuh seorang psikolog menyusul meningkatnya jumlah PNS yang menggugat cerai pasangannya pada tahun 2015 sebanyak 14 orang. Jumlahnya meningkat 100 persen dibandingkan sebelumnya.
Dari sebanyak 14 orang PNS yang menggugat cerai pasangannya pada tahun 2015. Sebanyak 10 orang PNS telah putus atau bercerai. Tinggal empat PNS lagi yang belum turun dari Inspektorat ke instansi itu.
Perselingkuhan diduga menjadi penyebab pegawai negeri sipil (PNS) pemerintah setempat banyak yang bercerai dari pasangannya.
"Kalau ditanya alasannya pasti tidak harmonis. Tetapi semua itu berawal dari rasa cemburu karena diduga pasangannya selingkuh. Ada juga yang langsung mengakui kalau pasangannya selingkuh," ujarnya.
Pihaknya selaku pengawas PNS di daerah itu tetap berupaya semampunya untuk menyatukan pasangan PNS yang ingin bercerai. Tetapi hanya sebagian kecil yang bisa diselesaikan.
"Kebanyakan yang tidak selesai di instansi itu diserahkan ke Inspektorat dan laporan terakhir mereka tetap bercerai," ujarnya.
Dengan adanya seorang psikolog dapat membantu pegawai dalam mengatasi masalah rumah tangganya. "Sudah saatnya pemerintah punya psikolog sendiri untuk membantu pegawai mengatasi masalahnya," ujarnya lagi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas