Menteri ESDM Sudirman Said. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said dan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin(15/2/2016). Bersama mereka datang juga 20 Gubernur dari berbagai Provinsi di Idonesia. Tujuannya adalah ingin melakukan koordinasi dan supervisi dengan KPK dalam pengelolaan sumberdaya mineral dan batubara.
"Untyk menindak lanjut korupso minerba yang sudah jelas sejak 2011. Tujuannya agar ada pemasukan tambahan keuangan negara sebsar Rp10 triliun dan mengidentifikasi kewajiban pengusaha tambang yang nilainya Rp23 triliun dan akan diselesaikan penagihannya," kata Sudirman Said dalam.konferensi pers di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Menurut Ketua KPK, Agus Rahardjo, sebenarnya kegiatan koordinasi tersebut sudah berlangsung lama. Karenanya, pada hari ini, KPK pun mengundang semua Gubernur, namun hanya dihadiri oleh 20 orang Gubernur untuk membahas banyak hal termasuk perizinan usaha tambang.
"Kita monitoring, lebih dari 5000 izin usaha pertambangan yang pada waktu itu diidentifikasi, 3966 masih bermasalah. Kami akan ambil langkah yang terkoordinasi dan cepat. KPK akan turun tangan dengan ESDM dan Irjen supaya 3966 yang masih bermasalah dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak lama," kata Agus.
Sementara itu, Mendagri, Tjahjo mengaku sangat mengapresiasi langkah KPK tersebut. Menurutnya, dengan kerja sama tersebut, pemerintah dapat bekerja dengan efektif dan terpadu.
"Kami ingin tertatanya izin usaha pertambangan, dan masalah yang berkaitan dengan kewajiban keuangan pelaku usaha, pengawasan produksi, kewajiban pengelolaan hasil tambang termasuk pengawasan penjualan dan pengangkutan. Ini bisa terpadu sehingga tata kelola pemerintah bisa efektif, efisien, taat hukum," kata Tjahjo.
Komentar
Berita Terkait
-
KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'
-
KPK Ungkap Setoran Rp100 Ribu-Rp2,5 Juta untuk Urus Izin Tinggal WNA, Ada Istilah 'Uang Klik'
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
KPK Pantau Kondisi Kesehatan Gus Yaqut yang Dirawat di RS Polri
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi