Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyerukan konsumen korban banjir di tol Cikampek berhak mendapatkan kompensasi ganti rugi. Di sana bajir akibat dari hujan deras yang melanda kawasan tersebut.
"Konsumen berhak mendapat kompensasi dan ganti rugi akibat banjir di jalan tol Cikampek," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keretangan persnya, Selasa (16/2/2016).
Akibat hujan deras itu, tidak hanya tol Cikampek dilanda banjir parah. Bahkan gardu pintu tol Cikunir yang menuju ke arah Pondok Indah juga roboh. Banyak kendaraan yang mogok akibat banjir di tol Cikampek.
"Bagaimanapun banjir di tol Cikampek merupakan kejadian yang tragis. Ini menandakan sistem drainase di tol Cikampek tidak berfungsi optimal, bahkan mungkin tidak ada," ucapnya.
Ia berpendapat bahwa tingginya curah hujan tidak serta merta menjadi alasan pembenar karena hal itu jelas merupakan keteledoran PT Jasa Marga sebabai pengelola jalan tol.
Tulus juga menyatakan hal itu membuktikan bahwa pengelola jalan tol tidak mampu memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Untuk itu, lanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat seharysnya bisa meninjau ulang terhadap tarif tol di Cikampek atas kasus ini.
Sebagaimana diwartakan, antrean kendaraan di ruas tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta macet hingga 25 kilometer sebagai imbas luapan air dari tanggul Rumah Makan Alam Sari Cikarang, Minggu (14/2/2016) malam.
"Hingga pukul 19.00 WIB, antrean kendaraan yang terjebak kemacetan sudah sampai 'rest area' di Kilometer 62 atau panjangnya sekitar 25 kilometer dari lokasi luapan air," kata Kepala Shift Layanan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Totok Rukmito di Bekasi, Minggu.
Menurut Totok, genangan air mulai meluber ke tol sekitar pukul 15.45 WIB dari tanggul RM Alam Sari yang lokasinya di samping tol dekat Gerbang Cikarang Pusat di Kilometer 37. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
Terkini
-
Kemensos Kucurkan Bansos Senilai Rp 17,5 Triliun Jelang Lebaran 2026: 18 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Menkes Sindir Orang Kaya Masuk PBI: Masa Gak Bisa Bayar BPJS Kesehatan Rp 42.000?
-
Jakarta Mulai Bersolek Jelang Imlek, Rano Karno: Kami Rumah Berbagai Budaya
-
Kisah Siswi SMK di Garut: Rawat Nenek Lumpuh, Terancam Putus Sekolah karena Dianggap 'Warga Mampu'
-
Profil Bonatua Silalahi, Sosok Peneliti yang Berhasil Buka Salinan Ijazah Jokowi di KPU
-
Dua Bandit Bercelurit Harus Mendekam dalam Jeruji Besi Usai Jambret Kalung Emas di Tambora
-
Kejagung Bongkar Korupsi Ekspor CPO & POME, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun
-
Hadirkan 'Wajah Humanis', 1.060 Polisi Siaga Kawal Demo Guru Madrasah di Depan Gedung DPR
-
Kerugian Negara Ditaksir Rp14 Triliun, Kejagung Mulai Lacak Aset 11 Tersangka Perkara Ekspor CPO
-
8.000 Personel TNI Dikirim ke Gaza untuk Misi Damai, Disebut Bakal Lucuti Hamas