Suara.com - Menurunnya prestasi sektor tunggal putri pelatnas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) turut mengundang keprihatinan legenda bulutangkis nasional, Christian Hadinata. Koh Chris, sapaan akrabnya, menjelaskan sektor tunggal putri membutuhkan atlet panutan untuk memicu prestasi.
Peraih dua gelar All England ganda putra bersama Ade Chandra itu mencontohkan prestasi di ganda putra yang mulai meningkat. Koh Chris menyatakan kondisi di ganda putra tak lepas dari stimulus atas prestasi yang diraih ganda putra terbaik Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, di pentas internasional.
"Pada sektor ganda putra, kita bisa melihat prestasi Hendra/Ahsan, sedangkan ganda campuran ada Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Adanya atlet berprestasi seperti itu yang akan memicu generasi berikutnya," kata Koh Chris usai menghadiri acara Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 di Bandung, Kamis (25/2/2016).
Koh Chris menambahkan sejatinya dirinya sangat berharap pada atlet tunggal putri pelatnas, Lindaweni Fanetri, yang sempat menunjukkan performa bagus di Kejuaraan Dunia Bulutangkis tahun lalu di Jakarta.
Keadaan itu diungkapkan Koh Chris sejatinya bisa jadi titik balik prestasi sektor tunggal putri. Namun, setelahnya penampilan Linda justru menurun yang sekaligus membuat prestasi sektor tunggal putri seakan tenggelam di bawah bayang-bayang sektor lainnya.
"Atlet berprestasi yang menjadi panutan dapat diciptakan para pelatih di klub-klub sebelum masuk pelatnas. Kehadiran mantan atlet berprestasi, seperti Susy Susanti, Rudy Hartono, atau Liem Swie King juga bisa memengaruhi prestasi para juniornya lewat motivasi kepada mereka," ungkap Koh Chris. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?