News / Nasional
Kamis, 03 Maret 2016 | 12:39 WIB
Politisi PPP Arsul Sani.[suara.com/Oke Atmaja]
Partai pendukung Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak senang dengan dua menteri yang silang pendapat tentang mekanisme Blok Masela dan berujung membuat kegaduhan. Dua menteri itu adalah Menteri Kordinator ‎Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri ESDM Sudirman Said.
 
Juru Bicara PPP Arsul Sani mengatakan, para menteri yang membuat gaduh ada baiknya dibawa ke Emotional Spritiual Quotient (ESQ). Sehingga, menteri tersebut matang secara kepribadian.
 
"Saya usul, menteri yang suka bikin gaduh perlu dikirim untuk training ESQ, biar mereka matang secara kepribadian," kata Arsul dihubungi, Kamis (3/3/2016).
 
Dia menambahkan, kegaduhan ini terjadi karena ada menteri yang tidak taat pada Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksinya). Selain itu, perdebatan-perdebatan yang muncul bukan karena adu konsep tentang kemanfaatan bagi bangsa dan negara, tapi tentang subjek yang jadi bahan perdebatannya.
 
"Kalau persepektifnya adalah nilai manfaat yang lebih baik bagi bangsa dan negara, mestinya mereka saling mengisi, melengkapi dan menyempurnakan," tutur Anggota Komisi III itu.
 
Senada, Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan  ‎mengatakan, Presiden perlu memarahi menterinya yang bandel. Menurutnya, sesama menteri tidak boleh saling serang.
 
"Karena kinerja yang sejati harus diukur dari pencapaian tupoksinya yang diverifikasi dengan fakta data dan fakta lapangan," kata Daniel.
 
Menurutnya, Presiden harus tegas karena tanpa kesolidan kabinet dan ukuran kinerja yang hakiki akan sulit mewujudkan nawacita.
 
"Presiden harus menegaskan bahwa ukuran kinerja adalah tupoksi para menteri yang secara keseluruhan untuk mencapai sasaran target pemerintahan Jokowi," kata Anggota Komisi IV DPR tersebut.

Load More