Politisi PPP Arsul Sani.[suara.com/Oke Atmaja]
Partai pendukung Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak senang dengan dua menteri yang silang pendapat tentang mekanisme Blok Masela dan berujung membuat kegaduhan. Dua menteri itu adalah Menteri Kordinator Kemaritiman Rizal Ramli dan Menteri ESDM Sudirman Said.
Juru Bicara PPP Arsul Sani mengatakan, para menteri yang membuat gaduh ada baiknya dibawa ke Emotional Spritiual Quotient (ESQ). Sehingga, menteri tersebut matang secara kepribadian.
"Saya usul, menteri yang suka bikin gaduh perlu dikirim untuk training ESQ, biar mereka matang secara kepribadian," kata Arsul dihubungi, Kamis (3/3/2016).
Dia menambahkan, kegaduhan ini terjadi karena ada menteri yang tidak taat pada Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksinya). Selain itu, perdebatan-perdebatan yang muncul bukan karena adu konsep tentang kemanfaatan bagi bangsa dan negara, tapi tentang subjek yang jadi bahan perdebatannya.
"Kalau persepektifnya adalah nilai manfaat yang lebih baik bagi bangsa dan negara, mestinya mereka saling mengisi, melengkapi dan menyempurnakan," tutur Anggota Komisi III itu.
Senada, Wakil Sekretaris Jenderal PKB Daniel Johan mengatakan, Presiden perlu memarahi menterinya yang bandel. Menurutnya, sesama menteri tidak boleh saling serang.
"Karena kinerja yang sejati harus diukur dari pencapaian tupoksinya yang diverifikasi dengan fakta data dan fakta lapangan," kata Daniel.
Menurutnya, Presiden harus tegas karena tanpa kesolidan kabinet dan ukuran kinerja yang hakiki akan sulit mewujudkan nawacita.
"Presiden harus menegaskan bahwa ukuran kinerja adalah tupoksi para menteri yang secara keseluruhan untuk mencapai sasaran target pemerintahan Jokowi," kata Anggota Komisi IV DPR tersebut.
Komentar
Berita Terkait
-
Cak Imin Soroti Sanitasi Pesantren: Ribuan Santri Cuma Punya Puluhan MCK
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
Cak Imin Rayu Parpol Ubah 108 Undang-undang Demi Prabowonomics
-
Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya
-
Mobil Listrik Bakal Kena Pajak di Jakarta, Mengapa Sekarang? Siapa yang Terdampak?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan