Suara.com - Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menetapkan flight officer PT. Airfast Indonesia, Mahendra Tanjung Loka, menjadi tersangka kasus dugaan pemalsuan izin terbang (flight approval).
"Kami sudah tetapkan sebagai tersangka," kata Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Agus Andrianto di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2016).
Andri menambahkan penyidikan kasus tersebut akan terus dilanjutkan karena tak menutup kemungkinan melibatkan perusahaan lain.
"Untuk ada keterkaitan antara si tersangka dengan perusahaannya? Jadi penyidik harus mendalami dan menggali hal tersebut," kata Andri.
Tersangka Mahendra dijerat dengan Pasal 263 dan 266 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pemalsuan surat.
Kasus ini bermula saat Kementerian Perhubungan menemukan sembilan persetujuan izin terbang yang telah dipalsukan Airfast Indonesia dengan rute Denpasar menuju Makassar. Setelah itu kemenhub melaporkan kasus tersebut ke Bareskrim dengan terlapor flight operator officer Airfast Indonesia berinisial Mahendra pada pada Selasa (2/2/2016) lalu.
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
-
Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?
-
Lahan Sengketa di Tanah Abang, Ahli Waris Pakai Verponding Lawan Kementerian PKP
-
Perkuat Pengawasan Orang Asing di Bali, Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata
-
Jenderal Pakistan ke Teheran, Negosiasi AS dan Iran Berpotensi Berlanjut