Suara.com - Seorang bayi berusia dua minggu tewas saat sang ibu diperkosa dua orang dalam sebuah bus di India.
Sebagaimana dilansir dari Times of India, peristiwa tragis ini terjadi di Desa Sheeshgarh, India, Senin malam, tanggal 7 Maret lalu. Saat itu, korban, seorang ibu berusia 28 tahun, dalam perjalanan pulang dengan bus dari sebuah pertemuan keluarga di desa tetangga.
Menurut keterangan polisi, para pelaku, yang tak lain adalah sopir dan kondektur bus, awalnya mencekoki korban dengan alkohol. Kemudian, keduanya memperkosa korban yang sudah dalam keadaan tak sadarkan diri.
Sempat ada perlawanan dari korban. Namun, para pelaku merebut bayi di pangkuan korban lalu melemparnya hingga tewas.
BACA JUGA:
Cara Lelaki Ini Tewas di Senayan City Mengerikan
Polisi mengatakan, satu-satunya saksi perbuatan biadab para pelaku adalah putri korban yang berusia tiga tahun. Putri korban hanya bisa bersembunyi di balik bangku bus, menyaksikan ibunya menjadi bulan-bulanan para pelaku tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Peristiwa ini terjadi ketika penumpang lainnya sudah turun dari bus," kata Yamuna Prasad dari kepolisian setempat.
Usai melakukan aksi bejatnya, pelaku menyeret korban keluar bus dan meletakkannya dalam keadaan tak sadarkan diri bersama mayat bainya di jalanan dekat sebuah halte bus. Saat itu pulalah, putri korban turun dari bus dan bersembunyi sampai para pelaku pergi.
Mereka baru ditemukan Selasa dini hari oleh suami korban dan sejumlah warga desa yang mencari mereka. Korban dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan medis.
Kedua pelaku sudah ditangkap. Sopir dan kondektur bus tersebut dijerat pasal pemerkosaan dan pembunuhan.
Kasus ini merupakan yang terbaru dari sederet kasus serupa di India. Pekan ini pula, seorang remaja 15 tahun meninggal setelah diperkosa dan dibakar di New Delhi.
(Times of India)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Lelaki Ini Kaget, Istri yang Sudah Ia Kuburkan Muncul di TV
Nikita Mirzani Pilih Seks Dibanding Narkoba
Guru Honorer Ini Kapok Pilih Ahok, Mereka Pindah ke Lain Hati
Seperti Inilah Penampilan Putra Stuart Collin-Risty Tagor
Tag
Berita Terkait
-
Kronologis Bintang PSG Achraf Hakimi Diseret ke Pengadilan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Bek PSG Achraf Hakimi Segera Diadili dalam Kasus Tuduhan Pemerkosaan
-
Pelaku Percobaan Pemerkosaan Lansia di Gunungkidul Ternyata Pelajar, Kini Dititipkan ke LPKA
-
Polda Metro Turun Tangan, Kombes Rita Janji Cek Kasus Perkosaan Konten Kreator Cinta Ruhama
-
Kreator Konten Cinta Ruhama Amelz Laporkan Kasus Pemerkosaan, Pelakunya Sahabat Suami
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi