Suara.com - Ketua Executive Board Transparancy International Indonesia, Natalia Subagjo mengatalan bahwa upaya pemberantasan korupsi pada Tahun 2016 tidak sesulit Tahun 2015 lalu. Hal itu disampaikan oleh Natalia karena adanya kemajuan pemahaman dari masyarakat terkait bahaya korupsi.
"Dengan adanya masyarakat yang peduli dan berani, pemberantasan korupsi Tahun 2016 tidak seburuk dan sesulit Tahun 2015," kata Natalia di Hotel Le Meridien, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa(15/3/2016).
Lebih lanjut, Natalia menambahkan bahwa selain karena tingginya kesadaran dari masyarakat, hal lain yang mendukung upaya pemberantasan korupsi pada Tahun 2016. Sehingga menjadi lebih mudah adalah tidak adanya gangguan dari institusi penegak hukum lainnya.
Dia menjelaskan bahwa Tahun 2015 menjadi tahun yang berat dalam memberantas korupsi, karena adanya berbagai macam masalah.
"Tahun 2015 masa yang berat, karena mendapatkan serangan-serangan dari mitra kerja pemberantasan korupsi. Tahun ini merupakan tahun harapan baru karena kita mempunyai pimpinan KPK yang baru. Teman dekat di lingkungan Presiden yang sama misinya dengan kita," kata Natalia.
Natalia juga tidak menampik bahwa masih ada sejumlah masalah yang sebenarnya mengintai upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Namun, dia berharap agar upaya terencana untuk pelemahan peran KPK tersebut tidak terjadi, sehingga dapat menaikkan indek prestasi Indonesia dalam upaya pemberantasan Korupsi.
"Tahun ini kita diributkan dengan revisi Undang-undang KPK, dan mudah-mudahan tidak terjadi. Tahun ini apakah akan baik dan buruk kita optimis kita tidak boleh lengah harus kerjasama. Kita tetap kritis tapi kita harus memberi opsi," kata Natalia.
Untuk diketahui, berdasarkan hasil Corruption Perceptions Index (CPI) Transparency International Tahun 2015, Indonesia menduduki peringkat ke-88 dari 168 negara, dengan skor 36 (0-100, sangat korup-sangat bersih). Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mengalami peningkatan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi secara bertahap sejak tahun 2006.
Meskipun demikian, di tahun yang sama, gerakan antikorupsi juga mengalami serangkaian ancaman berupa kriminalisasi aktivis antikorupsi, rencana Revisi UU KPK, serta benturan-benturan lainnya yang melibatkan elit pemerintah dengan masyarakat sipil.
Berangkat dari kondisi tersebut, gagasan untuk menyelaraskan dan menyusun strategi bersama melawan korupsi di tahun 2016 ini penting untuk didorong dan diimplementasikan. Pelibatan elemen-elemen masyarakat sipil gerakan antikorupsi, demokrasi, dan HAM tentunya akan semakin memperkuat tujuan untuk merebut kembali ruang-ruang advokasi yang dibatasi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
4 OOTD Minimalist Casual ala Jongho ATEEZ yang Cocok Dipakai Kapan Saja!
-
4 Ide OOTD Y2K Streetwear Style ala Jennie BLACKPINK yang Cozy dan Trendi!
-
Bagaimana Mobil Listrik China Selamatkan Dunia dari Bencana Krisis Minyak
-
Kejutan SDCC 2026: Ryan Gosling Resmi Gabung MCU Sebagai Ghost Rider!
-
Imbas Bentrokan Matraman, Siswa Dua Sekolah Terpaksa Belajar dari Rumah
-
Orang-Orang Hilang di Kyushu: Misteri Surat dari Orang yang Sudah Meninggal
-
Perry Warjiyo Mundur Jadi Gubernur Bank Indonesia
-
29 Kode Redeem FF Hari Ini 27 Juli 2026, Klaim Item Gratis Sebelum Terlambat
-
Ranjau Laut Iran Makan Korban, Kapal Tanker Meledak karena 'Bandel' Tak Ikut Aturan Ini
-
Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, Aparat Gabungan TNI-Polri Masih Siaga