Suara.com - Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menjelaskan tujuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ani Yudhoyono safari politik dengan tajuk SBY Tour De Java mulai hari Minggu (20/3/2016) lalu.
"Jadi kami kan Tour De Java, memang jujur saja masyarakat masih mencintai Pak SBY. Masyarakat itu masih meminta 'Pak maju lagi dong.' Kami tahu kan bapak kami itu taat hukum. Aturan itu, kami lihat sama-sama, memungkinkan nggak? Dan rakyat kami yang sudah sangat cerdas ini, ya mereka mengatakan 'Kalau memang bapak nggak, ya apa salahnya Ibu Ani?' Itu rakyat yang meminta," kata Ruhut di DPR, Selasa (15/3/2016).
Ruhut mengatakan tujuan safari politik SBY tersebut untuk mendengarkan aspirasi masyarakat di daerah-daerah.
Di tengah kegiatan safari politik, di media sosial muncul meme-meme dengan tanda #AniYudhoyono2019. Inti dari meme yang muncul ialah mendukung Ani Yudhoyono melanjutkan pemerintahan mantan Presiden SBY.
Ruhut mengatakan selain Ani, nama kader Demokrat yang juga disebut-sebut adalah Ketua DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo. Kendati nama ipar SBY muncul, kata Ruhut, Ani tetap yang paling diminati.
"Kami kan lagi Tour De Java, kami ketemu rakyat, rata-rata minta itu (Ani jadi Presiden)," ujarnya.
Munculnya tanda #AniYudhoyono2019 di media sosial hampir bersamaan waktunya dengan permintaan SBY kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo agar jangan menghapus program-programnya dulu.
Menurut Ruhut, program pemerintahan dua periode SBY dulu harus tetap dijalankan di era Presiden Jokowi.
"14 program pro rakyat Pak SBY kan bagus. Soal pangan dan lain-lain. Kalau bapak jalankan saja itu program, apalah arti sebuah nama. Mau ganti casing atau apa tapi program tetap jalan," katanya.
Lalu apa ada hubungannya antara pencalonan Ani dengan permintaan SBY?
"Nggak, begini. Hubungan dengan Jokowi kan baik. Kami juga hanya menyerap aspirasi saja. Kami akan evaluasi setelah tour de java, dan memang banyak yang meminta Ibu Ani," kata Ruhut.
Sementara itu, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan Partai Demokrat tidak akan menanggapi meme tersebut.
"Biarkan saja, kami tidak pedulikan," kata Mubarok kepada Suara.com.
Mubarok menegaskan sampai hari ini partainya belum membicarakan siapa kandidat presiden yang akan diusung tahun 2019, apalagi menentukan nama kandidat.
"Belum. Kami belum bicarakan soal itu," kata Mubarok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno