Suara.com - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) mengusulkan dilakukan tes urine bagi pasangan calon pengantin sebelum melaksanakan pernikahan. Ini sebagai salah satu upaya membantu memerangi penyalahgunaan narkoba.
"Setiap pasangan pengantin yang datang ke Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan untuk mendaftarkan pernikahan mereka, salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah menjalani tes urine di Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat," kata Kepala Tata Usaha Kemenag Kota Ternate Mahmud Zulkiram di Ternate, Kamis (31/3/2016).
Kalau hasil tes urine menunjukkan bahwa salah satu dari pasangan calon pengantin itu atau keduanya terbukti sebagai pemakai narkoba maka diarahkan untuk menunda pernikahan sampai selesai menjalani rehabilitasi di BNN atau lembaga lainnya yang disiapkan oleh pemerintah.
Wacana tersebut masih harus dikoordinasikan dengan Kemenag Provinsi Malut dan Kemenag pusat. Termasuk berbagai instansi terkait lainnya untuk mendapatkan persetujuan dalam penerapannya.
Kemenag Kota Ternate juga akan menjajaki kemungkinan penerapan tes urine kepada calon pengantin tersebut melalui peraturan daerah (perda) agar memiliki kekuatan hukum dalam pelaksanaannya, karena suatu kebijakan yang tidak didukung dengan regulasi biasanya tidak berjalan maksimal dalam implementasinya.
Mahmud Zulkiram mengatakan pasangan calon pengantin yang menjadi pemakai narkoba maka setelah menikah dipastikan dalam perjalanan rumah tangganya sulit untuk mendapatkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah, sebagaimana yang menjadi tujuan dari sebuah perkawinan.
Selain itu, anak yang dilahirkan dari pasangan suami isteri yang menjadi pemakai narkoba berpotensi mengalami gangguan kesehatan, bahkan kecacatan fisik dan dapat dipastikan anak itu setelah besar akan menjadi pemakai narkoba pula.
"Presiden Joko Widodo telah menyatakan bahwa Indonesia masuk keadaan darurat narkoba jadi segala upaya harus kita lakukan memerangi narkoba dan penerapan tes urine bagi calon pengantin merupakan salah satu upaya ke arah itu," kata Mahmud Zulkiran yang juga Jogugu (perdana menteri) Kesultanan Ternate itu. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Budi Waseso Hadiri Sosialisasi Antinarkoba di Palembang
-
Selundupkan 1,5 Kg Sabu ke Denpasar, Warga India Divonis 14 Tahun
-
Remaja Belasan Tahun di Pekanbaru Miliki Ribuan Paket Sabu
-
BNN Bengkulu Periksa Pengendali Narkoba Nasional dari Penjara
-
MUI Minta Petugas Lapas Terlibat Peredaran Narkoba Ditindak Tegas
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal