Suara.com - Jalur Puncak-Cianjur, tepatnya di Kampung Pos, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Jawa Barat, kembali terputus akibat longsor pada tebing setinggi 20 meter yang terletak di pinggir jalan utama.
Longsor mengakibatkan antrean panjang kendaraan pada Jumat (1/4/2016) petang. Dari kedua arah terlihat antrean panjang karena material longsor menutup sebagian besar badan jalan sepanjang 10 meter.
Tebing longsor setelah hujan deras mengguyur. Tebing yang menjulang di atas jalan ambruk, tapi tidak ada korban jiwa.
Koordinator Satgana PMI Cianjur, Heri Hidyat, mengatakan hujan deras menyebabkan tebing setinggi 20 meter ambruk dan menutup badan jalan. Saat peristiwa terjadi arus kendaraan yang melintas sepi, sehingga sampai menimbulkan korban.
"Jarak dari lokasi longsor beberapa bulan yang lalu, sekitar 300 meter ke arah Cipanas kalau dari Cianjur. Material longsoran menutupi sebagian besar landasan jalan, namun saat ini kendaraan sudah dapat melintas secara bergiliran," katanya.
Saat ini, ungkap dia, aparat kepolisian dan TNI bersama dengan warga berusaha membersihkan jalan dari material longsor."Saat ini baru bisa dilalui satu arah secara bergantian, petugas dibantu warga tengah bergotong-royong menyingkirkan material batu dan tanah yang terbawa longsor," katanya.
Sementara hingga malam menjelang, antrean kendaraan terus memanjang karena tingginya volume kendaraan dari kedua arah baik dari Cianjur menuju Cipanas atau sebaliknya. Sebagian besar pengendara baik sepeda motor dan mobil mengaku terjebak kemacetan hingga satu jam.
Sedangkan Kabag Ops Polres Cianjur, Kompol Hilman, mengatakan bersama tim gabungan berusaha menyingkirkan material longsor yang menutup jalan penghubung utama antarkabupaten agar dapat kembali dilalui secara normal.
"Hingga pukul 18.00 WIB, jalan baru bisa dilalui satu arah, rencana malam kita akan berlakukan sistem buka tutup ketika alat berat menyingkirkan material. Saat ini kami masih melakukan evakuasi dengan alat manual," katanya.
Dia mengimbau bagi pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut, agar waspada dan ekstra hati-hati terutama ketika hujan turun dengan deras.
"Kita akan memasang papan imbauan dari kedua arah agar pengguna jalan waspada dan hati-hati saat melintas jalur rawan longsor di sepanjang Jalur Puncak-Cianjur," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok