Suara.com - Presiden Direktur PT. Lion Group Edward Sirait menyerahkan penanganan kasus serempetan antara Batik Air jenis Boeing 737-800 registrasi PK-LBS dan Trans Nusa jenis ATR registrasi PK-TNJ di landasan pacu Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi.
"Kami menunggu proses investigasi dari instansi berwenang. Jadi kami tetap menunggu hasil investigasi," ujar Edward dalam jumpa pers di kantor pusat Lion Air, Gajah Mada, Harmoni, Jakarta, Selasa (5/4/2016).
Itu sebabnya, ketika ditanya mengenai kenapa sampai bisa terjadi kecelakaan, Edward Sirait mengatakan tak mau berandai-andai.
Edward menegaskan awak pesawat Batik Air telah melaksanakan semua prosedur penerbangan.
"Kmai, tidak mau menduga. Intinya nanti kami tunggu hasilnya saja. Kami sampaikan, pilot kami sesuai prosedur, dan penanganan juga sudah sesuai prosedur atau (SOP)," kata dia.
Edward belum tahu penyelidikan KNKT selesai.
"Hasilnya belum tahu kapan, itu bukan wewenang saya," kata dia.
Tidak ada korban meninggal dalam kecelakaan yang terjadi semalam. Sebanyak 49 penumpang dan tujuh kru pesawat aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Kronologi Tragedi Bekasi Timur: Berawal dari Taksi Mogok yang Picu Kerumunan di Rel
-
Meski 'Satu Lawan Tujuh' di Parlemen, Puan Pastikan PDIP Tetap Berani Kritik Pemerintah
-
Ketua FMN di Aksi Kamisan: Jika Rezim Terus Menghisap Rakyat, Prabowo Akan Dijauhkan oleh Rakyat
-
KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik
-
Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji
-
Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'
-
Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang
-
Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!
-
Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!
-
Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui