Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjelaskan kalau saat ini Sunny Tanuwidjaja masih menjabat sebagai Direktur Eksekutif Center for Democracy and Transparency (CDT).
CDT merupakan lembaga kajian dan riset opini publik yang dibuat Ahok pada sekitar tahun 2007 lalu. CDT bergerak saat momen pemilihan umum di tingkat nasional, dan pemilihan di daerah-daerah.
"Sampai sekarang masih (Direktur Eksekutif CDT). Jadi waktu saya sudah masuk wagub, dia kan lebih cocok, doktor political science, saya bilang saya nggak sempat lagi pegang LSM, makanya LSM itu saya kasih ke teman-teman semua," kata Ahok di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (8/4/2016).
Ahok menerangkan, Sunny adalah sepupu dari istri Franky Oesman Widjaja, anak dari Bos Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja. Hal ini dikatakan Ahok untuk mengklarifikasi kabar yang menyebut Sunny sebagai cucu dari Eka.
"Bukan, dia bukan cucunya, dia sepupu menantunya Eka Tjipta Widjaja," kata Ahok.
Sunny merupakan mahasiswa doktoral di Department of Political Science, Northern Illinois University. Sunny juga tercatat pernah menjadi peneliti di lembaga Centre for Strategic and International Studies Jakarta.
Saat ini Sunny magang di Balai Kota. Kata Ahok, Sunny hanya ingin mengetahui cara kerja Ahok serta mencari data untuk keperluan disertasi, sekaligus ingin mengetahui perkembangan karier Ahok di Pemerintah Provnisi DKI Jakarta, terutama setelah Ahok akan kembali maju ke pemilihan gubernur Jakarta periode 2017-2022.
Untuk diketahui, Sunny saat ini telah dicekal berpergian ke luar negeri selama setengah tahun ke depan, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi mengirimkan surat ke Direktorat Jendral Imigrasi.
Pencegahan tersebut terkait dengan penyidikan suap kasus reklamasi pantai utara Jakarta.
Dalam kasus pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, mereka yakni, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Mohamad Sanusi, Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land (Tbk) Ariesman Widjaja dan Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro.
Sanusi ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan pada Kamis (31/4/2016), adik dari Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik ini disangkakan menerima suap Rp2 miliar dari PT APL.
Selain menetapkan tiga orang tersangka, lembaga antirasuah ini juga mencekal sejumlah pihak atau saksi, mereka adalah Bos Agung Sedayu Group Sugiyanto Kusuma alias Aguan, serta Direktur Utama PT. Agung Sedayu Group, Richard Halim.
Berita Terkait
-
Membaca Ulang Keberagaman di Indonesia dalam Buku Ahok Koboi Jakarta Baru
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
-
Di Tengah Ramadan, Kolaborasi Strategis Sinar Mas dan MUI Tekankan 'Memahami' Makna Al-Qur'an
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!
-
Gunung Mayon Meletus, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi dan 52 Desa Terdampak Abu
-
Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 8 Mei, BPBD Minta Warga Siaga Tengah Malam
-
Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Bos Taksi Green SM hingga Ditjen Perkeretaapian Hari Ini
-
Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini: 3.225 Polisi Siaga di Titik Demo DPR, Kemendikti, hingga Gambir
-
Anggaran Pendidikan Tembus Rp19,75 Triliun, DPRD: Tak Boleh Ada Lagi Anak Putus Sekolah di Jakarta!
-
Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal