Suara.com - Pemerintah Austria berupaya menyita sebuah rumah yang menjadi tempat lahir dari Adolf Hitler, sang pemimpin Nazi Jerman. Upaya penyitaan dilakukan agar rumah tersebut tidak dijadikan tempat berkumpulnya para simpatisan Nazi.
Rumah tempat lahir Hitler itu terletak di kota Braunau am Inn. Sekilas, rumah tersebut tak ubahnya bangunan lain di sekitarnya kecuali sebuah monumen penanda yang bertuliskan, "Demi perdamaian, kebebasan, dan demokrasi. Jangan pernah lagi ada Fasisme, jutaan orang mati mengingatkan kita".
Tidak ada penyebutan nama sang diktator pada batu tersebut. Namun, tak bisa dipungkiri, rumah tersebut menjadi "batu penjuru", baik bagi kelompok-kelompok neo-Nazi maupun kelompok anti-fasisme.
Rumah tersebut dipinjam pemerintah sejak tahun 1972, dan selama bertahun-tahun digunakan sebagai pusat perawatan penyandang difabel. Namun, sengketa renovasi dengan sang pemilik, Gerlinde Pommer, membuat rumah tersebut kosong sejak tahun 2011.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Austria, Karl-Heinz Grundbock, mengatakan, selain mengambil alih rumah itu, pemerintah juga akan memberikan kompensasi kepada Gerlinde.
"Kami saat ini memeriksa pembuatan undang-undang, yang bisa mengatur perubahan kepemilikan atau pengalihan properti kepada Republik Austria," kata Grundbock kepada AFP.
"Kami berkesimpulan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, penyitaan adalah satu-satunya cara untuk mencegah digunakannya gedung oleh para simpatisan Nazi," sambungnya.
Gedung yang didirikan pada abad ke-17 itu sudah lama jadi bahan perdebatan. Sejumlah warga menginginkan agar rumah tersebut dihancurkan, sementara aturan melarang penghancuran karena gedung yang bersangkutan merupakan bagian dari bangunan bersejarah kota Braunau am Inn.
Sementara itu, beberapa lainnya menyarankan agar rumah tersebut dijadikan rumah tinggal bagi para pencari suaka, atau menjadi museum untuk mengenang pembebasan Austria dari cengkeraman Nazi.
Rumah tersebut ditinggali orangtua Hitler saat sang ayah menjadi pejabat kepabeanan di kota itu. Setelah lahir pada 20 April 1889, Hitler kecil tinggal di rumah tersebut hanya selama beberapa pekan sebelum akhirnya pindah ke rumah lain di kota itu.
Keluarga Hitler meninggalkan kota Braunau saat si calon Fuhre berusia tiga tahun. Ia baru kembali ke Braunau pada tahun 1938, usai menganeksasi Austria dengan pasukan Nazi-nya.
Pemerintah Austriaz berharap undang-undang pengambilalihan rumah tersebut sudah disahkan pada Juni, demikian disampaikan surat kabar Der Spiegel. (Independent)
Tag
Berita Terkait
-
Siapa Keluarga Rothschild yang Disebut dalam Epstein Files? Ini Profilnya
-
Viral! Potongan Rambut Elon Musk Mirip Hitler, Netizen Heboh
-
Mengurai Kompleksitas Nazisme: Mengapa Tak Bisa Sekadar Disebut Gerakan Kiri atau Kanan?
-
Heboh Kamala Harris Sebut Trump "Fasis" dan Bahaya Bagi Amerika!
-
Minat Menginap? Bunker Nazi di Jerman Disulap Jadi Hotel Mewah, Ini Fasilitasnya
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Soroti Laporan 'ABS' Pakai AI di JAKI, Anggota Komisi A DPRD DKI: Ini Alarm Bagi Pelayan Publik!
-
Saat Kedubes Iran Ramai-ramai Balas Ancaman Trump Secara 'Selow'
-
Bahas RUU Perampasan Aset, Sahroni Wanti-wanti Jangan Jadi Ajang 'Abuse of Power' dan Hengky-Pengky
-
DPR Apresiasi Kejagung Tindak Tegas Jaksa Kejari Karo: Pelajaran untuk Semua!
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Bos Gema Shafa Marwa hingga Aero Globe Indonesia
-
Kemenkes Dorong Penertiban Iklan Film Aku Harus Mati: Cegah Risiko Peniruan Bunuh Diri
-
Harga Produk di Jakarta Berangsur Naik Imbas Perang Iran, Pramono Anung: Inflasi Masih Terjaga
-
Ya Allah, Gaza Diserang Lagi saat Iran Masih Digempur Israel
-
Bagaimana Hilangnya Hutan Tropis Memperparah Gelombang Panas Global?
-
Manipulasi Laporan JAKI Pakai AI, Lurah Kalisari Dipanggil Inspektorat DKI Gegara Ulah Petugas PPSU