Suara.com - Mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Purnawirawan Susno Duadji, mengaku siap maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Selatan, pada Pilkada 2017 mendatang. Namun, menurut Susno, tantangan terberat justru datang dari keluarga, yang dalam beberapa waktu terakhir mendapat perhatian lebih darinya.
"Nah, ini yang susah, keluarga itu kan semacam trauma, selama ini kan sudah beberapa tahun hanya momong cucu, pagi jalan, sore jalan, mau kemana saya supirnya, jalan ke Sudirman, ke Car Free Day saya antar," tuturnya usai mengikuti Seminar Nasional Kompolnas, di Ballroom Hotel Grand Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, rabu (20/4/2016).
Menurutnya, perasaan trauma yang dialami keluarga terkait masalah hukum yang pernah menjeratnya di masa lalu masih membekas. Oleh karena itu ia kerap mendapatkan pertanyaan yang berhubungan dengan masa lalunya.
"Tapi besok kalau kamu jadi lurah (maksudnya gubernur) gimana lagi ni? Terus yang kedua, apa nggak akan ada masalah lagi? Apa kamu nggak akan jadi sasaran tembak dari kampanye hitam? Saya tanya, kenapa? Kamu kan pernah jadi kriminal," ungkapnya.
Ia juga menceritakan kisahnya saat mengisi materi di Seminar Ushuludin se-Indonesia di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Palembang, Sumsel. Susno mengaku, dirinya protes karena moderator tidak membacakan biodatanya secara lengkap, bahwa ia pernah menjadi seorang tahanan terkait kasus korupsi.
"Saat itu saya protes sama moderatornya, saya bilang saya tidak akan mengisi materi kalau cv (curiculum vitae) saya dipotong, kenapa di potong? Di cv saya itu saya menulis kalau saya tiga kali ditahan, ditangkap, kenapa Anda nggak bacakan?" tegasnya.
Ia melanjutkan, dalam seminar itu ia menceritakan beberapa kisah penahanan dirinya.
"Saya pernah ditangkap di bandara, kenapa kamu ndak baca? Padahal saya tulis itu, artinya, itu kan pasti jadi sasaran kampanye kepada saya, kata orang itu kejelakan, tapi bagi saya itu kebanggaan," ucapnya.
"Kedua, saya pernah ditangkap, ditahan di Brimob, ketiga saya sudah bebas, ditangkap lagi, dimasukkan lagi ke Cibinong, itu kebanggaan," tutupnya.
Seperti diketahui, Majelis hakim PN Jakarta Selatan pada 24 Maret 2012 menyatakan Susno bersalah dalam kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat. Susno divonis 3,5 tahun penjara.
Susno terbukti menyalahgunakan kewenangannya saat menjabat Kabareskrim untuk melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus Arowana dengan menerima hadiah sebesar Rp500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus tersebut.
Susno juga harus membayar denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dirinya juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara Rp4 miliar. Susno ditahan di Lapas Cibinong, Bogor, sejak Mei 2013.
Namun, dirinya bebas bersyarat sejak 27 Maret 2015. (Dian Rosmala)
Tag
Berita Terkait
-
Eks Kabareskrim Susno Duadji Sebut Roy Suryo Cs Tak Bisa Jadi Tersangka Ijazah Jokowi, Ini Alasannya
-
Pengamat Sebut Polisi Sengaja Tutupi Motif Kematian Arya Daru: Ada Hal Personal yang Harus Dijaga
-
Susno Duadji: HP Arya Daru yang Hilang Bukan Halangan untuk Mengungkap Kasus Ini
-
Keluarga Yakin Arya Daru Tidak Bunuh Diri, Susno Duadji: Ini Masalah Hukum bukan Perasaan
-
Susno Duadji Minta Publik Berpikir Waras Soal Ijazah Jokowi: Jangan Terbawa Omongan Tanpa Fakta!
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Muncul Perdana, Mojtaba Khamenei Andalkan Allah SWT Lawan Amerika - Israel
-
Ajukan Memori Banding, Kuasa Hukum Kerry Adrianto Nilai Pengadilan Tipikor Abai Fakta Persidangan
-
Perang Nuklir di Ambang Pintu, Siap-siap Negara Ini Hilang dari Peta Dunia
-
Israel Siap Luncurkan Nuklir ke Iran, Tunggu Perintah Benjamin Netanyahu
-
DUAAARRRR Ledakan Besar Terdengar di Kota Yerusalem, Hujan Rudal Kiamat Iran Makin Brutal
-
Iran Simpan Bahan Baku Senjata Kiamat di Dalam Tanah, Akhir Dunia Sudah di Depan Mata
-
Air Minum Jakarta Bakal Bisa 'Dipanen' Langsung dari Udara
-
Prabowo Berikan 90.000 Hektare Izin Pemanfaatan Hutan untuk Konservasi Gajah Sumatra
-
Aktivis Internasional Apresiasi Prabowo Jadi Presiden Paling Peduli Konservasi Gajah
-
KPK Ungkap Dugaan Uang Fee Haji Dipakai untuk Kondisikan Pansus DPR, Libatkan Gus Yaqut