- Mantan Kabareskrim Susno Duadji menyatakan Roy Suryo Cs tidak bisa dijadikan tersangka karena keaslian ijazah Jokowi belum pernah dibuktikan di pengadilan
- Susno menegaskan bahwa kewenangan untuk menyatakan ijazah sah atau tidak ada pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)
- Di tengah analisis hukum Susno, tekanan dari pendukung Jokowi semakin memanas, dengan ancaman akan menginap di Polda Metro Jaya
Suara.com - Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, membuat gebrakan di tengah panasnya isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Dengan otoritasnya sebagai mantan jenderal bintang tiga, Susno secara tegas menyatakan bahwa Roy Suryo dan kawan-kawan yang menuduh ijazah tersebut palsu, tidak bisa serta-merta ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.
Menurut Susno, akar permasalahan ini berada di luar kewenangan polisi. Ia menjelaskan bahwa status hukum Roy Suryo Cs bergantung pada pembuktian keaslian ijazah Jokowi, sebuah proses yang menurutnya belum pernah dilakukan di lembaga peradilan yang tepat.
"Roy Suryo Cs tidak bisa dijadikan tersangka karena ijazah itu belum pernah dibuktikan asli apa tidak, sah apa tidak Pak Jokowi punya ijazah itu," kata Susno seperti dikutip dari stasiun televisi TV One yang tayang 4 Oktober 2025.
Lebih jauh, Susno Duadji mengapresiasi langkah Bareskrim Polri yang menyimpulkan bahwa ijazah Jokowi "identik" dengan pembandingnya. Namun, ia memberikan catatan kritis yang tajam. Menurutnya, kata 'identik' tidak sama dengan 'asli' atau 'sah' secara hukum.
"Baik, kita hargai hasil kerja Polri ya, baik itu markas besar maupun Bareskrim yang telah menyimpulkan bahwa ijazah Pak Jokowi identik. Tapi, identik itu bukan berarti asli, bukan berarti sah. Itu kesimpulan yang bagus sekali," tegas Susno.
Ia menguraikan bahwa kesimpulan Bareskrim tersebut hanya sebatas perbandingan fisik atau data. Untuk menentukan keabsahan sebuah ijazah, yang merupakan produk administrasi negara, ranah hukumnya berada di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), bukan di kepolisian.
"Di mana ranahnya? Itu masalah administrasi, harus digugat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang memang tugasnya menyelidiki masalah produk-produk administrasi dari pejabat administrasi negara. Di situ lah peradilannya. Jadi, jelas kalau di Polda Metro tidak akan bisa jalan," jelasnya.
Karena itu, Susno menilai wajar jika kasus ini terkesan mandek, sebab objek utamanya yakni keaslian ijazah belum terbukti secara legal di pengadilan yang berwenang.
Ancaman Aksi di Polda Metro Jaya
Baca Juga: Roy Suryo Soal Relawan Jokowi Mau Demo Pakai Celana Dalam: ODGJ, Jogetin Aja!
Namun, pandangan hukum dari Susno Duadji ini bertolak belakang dengan keinginan kubu pendukung Jokowi. Ketua Organisasi Ternak Mulyono (Termul), Firdaus Oiwobo, meradang karena lambannya polisi menetapkan Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifa sebagai tersangka.
"Cepat tetapkan tersangka Roy Suryo Cs jangan lama-lama dan tangkap dia. Karena ancaman hukumannya di atas 5 tahun," desak Firdaus seperti dikutip dari YouTube Rasis Infotainment pada 4 Oktober 2025.
Firdaus bahkan melontarkan ancaman serius jika kasus ini dihentikan penyidikannya (SP3). Ia mengaku siap menggelar aksi demonstrasi ekstrem di depan markas Polda Metro Jaya.
"Kalau ada wacana SP3 enggak bisa. Ngamuk gua kalau SP3 gua kagak pulang gua di Polda Metro Jaya tidur nginep biarin berbulan-bulan. Kalau sampai SP3 Pak Kapolda Pak Asep (Irjen Asep Edi Suheri), saya bawa baju sama tenda. Gua demo dia kalau SP3," ancamnya.
Tekanan tidak hanya datang dari Firdaus. Seorang perempuan pendukung Jokowi lainnya mengancam akan melakukan aksi yang lebih nekat jika Roy Suryo Cs tidak segera ditindak. Ia berencana mengerahkan 500 perempuan untuk berdemo di Mabes Polri hanya dengan mengenakan bra dan celana dalam sebagai bentuk protes.
"Jadi, kalau bisa Mabes Polri cepat menyelesaikan ini, kalau tidak saya organisasi perempuan, kita lima ratus perempuan berencana akan turun memakai BH dan celana dalam untuk Mabes Polri. Kita marah karena Pak Jokowi tiap hari di-bully," ujar perempuan itu dalam sebuah konferensi pers.
Rencana ini langsung menuai kecaman keras, salah satunya dari politikus PDIP, Mohamad Guntur Romli, yang menilai aksi tersebut justru merendahkan martabat perempuan dan merupakan bentuk fanatisme buta.
Berita Terkait
-
Roy Suryo Soal Relawan Jokowi Mau Demo Pakai Celana Dalam: ODGJ, Jogetin Aja!
-
Rocky Gerung: Bukti dari KPU Justru Perkuat Ijazah Jokowi Palsu, 'Dinasti Solo' Makin Terkepung
-
Roy Suryo Klaim Kantongi Ijazah Palsu Jokowi Langsung dari KPU: Kami Berani Mati, Adili Jokowi!
-
Ramalan Rocky Gerung: 'Hantu' Ijazah Jokowi Bakal Teror Pemerintahan Prabowo Sampai 2029!
-
Rocky Gerung: Isu Ijazah Palsu Jokowi Akan Terus Dibahas Sampai 2029
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam