Suara.com - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat membentuk tim percepatan reformasi angkot. Ini akan membantu tugas Wali Kota untuk memperbaiki sistem transportasi dan rerouting angkutan kota.
"Segera kita lakukan reformasi angkot kita akan bentuk tim independen untuk mempercepat reformasi transportasi," kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, di Bogor, Jumat (29/4/2016).
Kondisi angkot selama ini dikeluhkan oleh masyarakat sering macet dan juga dikeluhkan oleh sopir angkot karena berkurangnya pendapatan. Sementara Bogor sudah menerapkan sistem satu arah yang dilakukan saat ini merupakan salah satu komponen kecil dalam penataan transporatsi di Kota Bogor. Masih ada langkah-langkah lainnya yang telah disusun oleh Pemerintah Kota Bogor yang tertuang dalam Bogor Transportation Program (B-TOP).
"SSA ini hanya salah satu komponen kecil, akan ada penataan-penataan selanjutnya, setelah ini segera dilaksanakan rerouting angkot, dan merger angkot menjadi armada bus," katanya.
Bima mengakui pemberlakukan SSA belum sempurna adanya tumpang tindih 13 trayek angkot yang terdampak. Pemkot Bogor telah menyiapkan langkah rerouting angkot yang saat ini masih disusun bersama Organda dan DLLAJ.
"Rerouting masih kita bahas bersama DLLAJ, Organda dan juga para supir," katanya.
Terkait adanya penolakan SSA dari para sopir angkot di beberapa trayek, Bima mengatakan, dirinya menerima laporan dari tim investigasi yang diturunkannya bahwa supir yang melakukan demo adalah bukanlah sopir angkot yang resmi (utama), melainkan supir tembak, supir batangan dan supir kadal.
Ia mengatakan, selama ini para sopir tembak, supir kadal ataupun sopir batangan tersebut mengoperasikan angkot dengan mengacak rute, mereka tidak memiliki SIM khusus untuk mengemudi, ketika diberlakukan SSA mereka tidak bisa lagi beroperasi.
"Mereka yang berdemo juga para pak ogah yang sering mengambil setoran dari supir-supir yang ngetem. Sejak SSA mereka tidak mendapatkan penghasilan lagi karena tidak ada angkot yang ngetem," katanya.
Bima mengakui bahwa dengan diberlakukannya SSA ada 13 angkot yang terdampak, beberapa ada yang trayeknya berhimpitan seperti angkot trayek 13 dan 11, ini menyebabkan pendapatan supir menurun.
"SSA memang harus dievalausi, rerouting angkot sudah mendesak dilakukan untuk 23 trayek sudah hampir 32 tahun tidak ada peremajaan trayek. Kita prioritaskan rerouting secepatnya untuk 13 trayek yang terdampak SSA," katanya.
Aksi protes terhadap SSA kembali berlanjut, banyak angkot yang tidak beroperasi. Kondisi ini membuat jalanan Kota Bogor menjadi lebih lancar dari biasanya karena tidak ada angkot yang ngetem sembaranga. Selain itu, situasi tersebut memberikan keuntungan bagi para pengendara ojek yang kebanjiran orderan.
Para pengendara ojek ini banyak mangkal di tempat-tempat yang banyak warganya menunggu angkot seperti di Stasiun Bogor, BTM, Pasar Bogor, Kebun Raya, Otista, Tugu Kujang, depan Bali Kota dan Paledang.
Pemkot Bogor juga mengerhakan 20 unit Transpakuan, mobil Satpol PP, truk Kepolisian dan Yonif 315 untuk mengakomodir warga yang tidak terlayani oleh angkutan umum. Bus bantuan ini melayani korider keliling Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor, rute Barat, Timur, Utara dan Tengah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi