Suara.com - Warga Bukit Duri, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Timur, menolak rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menertibkan pemukiman mereka pada akhir Mei 2016.
"Kami nggak mau pindah, sudah nyaman di sini, kalau ke rusun jauh darimana-mana pasti jauh. Kita sudah tenteram di sini," ujar Supri di Sanggar Ciliwung Merdeka, Jalan Bukit Duri I, nomor 21, RT 6, RW 12, Kelurahan Bukit Duri, Kamis (12/5/2016).
Supri menolak direlokasi ke rumah susun sewa sederhana seperti warga Jakarta lainnya yang rumahnya ditertibkan pemerintah.
"Tinggal di rusun kami tidak mau, kami tetap bertahan di sini, di rusun seperti tidak dimanusiakan, kami tidak akan mengambil kunci rusun," ujar Supri.
Menurut siaran pers yang diterima wartawan, satu minggu lalu, dalam sosialisasi rencana relokasi di Kecamatan Tebet, oleh Wali Kota Jakarta Selatan, warga mendapatkan konfirmasi bahwa kawasan dan komunitas Bukit Duri akan segera direlokasi pada akhir bulan Mei.
Ciliwung Merdeka bersama warga sudah melakukan pendataan bahwa warga punya bukti surat-surat kepemilikan atas tanah. Sementara Pemprov DKI tidak pernah dapat menunjukkannya, hanya klaim bahwa itu tanah negara, demikian isi siaran pers.
Pada Rabu 10 Mei 2016, warga sudah memasukkan gugatan perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan Pemprov DKI di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam bentuk class action atau gugatan perwakilan kelompok.
Sehubungan dengan hal tersebut, siang ini, mereka akan konferensi pers atas pengajuan gugatan tersebut.
Rencananya, konferensi pers akan dihadiri mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Bambang Wijayanto dan Jaya Suprana.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos