Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap staf ahli anggota Badan Pemeriksa Keuangan Khairiansyah Salman sebagai saksi untuk tersangka Marudut dalam kasus dugaan percobaan suap yang dilakukan PT. Brantas Abipraya di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk MRD," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati Iskak, Senin (16/5/2016).
Dalam kasus yang sama, KPK juga memeriksa pegawai bagian Legal PT. Artha Pratama Anugerah Wresti Kristian Hesti.
Sejauh ini, KPK sudah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya Kepala Kejati DKI Sudung Situmorang dan Jaksa Muda Pidana Khusus Tomo Sitepu.
Pada 31 Maret 2016 lalu, tim satuan tugas khusus penyidik KPK operasi tangkap tangan terhadap Direktur Keuangan Brantas Sudi Wantoko, Senior Manajer Brantas Dandung Pamularno, dan pihak swasta bernama Marudut. Mereka ditangkap di hotel daerah Cawang, Jakarta Timur, usai transaksi.
Mereka diduga berusaha menyuap Kejati DKI untuk menghentikan kasus yang melibatkan Brantas.
"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk MRD," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati Iskak, Senin (16/5/2016).
Dalam kasus yang sama, KPK juga memeriksa pegawai bagian Legal PT. Artha Pratama Anugerah Wresti Kristian Hesti.
Sejauh ini, KPK sudah memeriksa sejumlah saksi, di antaranya Kepala Kejati DKI Sudung Situmorang dan Jaksa Muda Pidana Khusus Tomo Sitepu.
Pada 31 Maret 2016 lalu, tim satuan tugas khusus penyidik KPK operasi tangkap tangan terhadap Direktur Keuangan Brantas Sudi Wantoko, Senior Manajer Brantas Dandung Pamularno, dan pihak swasta bernama Marudut. Mereka ditangkap di hotel daerah Cawang, Jakarta Timur, usai transaksi.
Mereka diduga berusaha menyuap Kejati DKI untuk menghentikan kasus yang melibatkan Brantas.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan