Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
KPK menegaskan dalam BAP hasil pemeriksaan terhadap Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land (Tbk) Ariesman Widjaja tidak ada keterangan yang menyebutkan soal adanya kesepakatan antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Podomoro mengenai pembiayaan penggusuran kawasan prostitusi Kalijodo.
"Menurut penyidik, tidak ada keterangan seperti itu," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati Iskak di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (16/5/2016).
Lagi pula, kata Yuyuk, penyidik tidak punya kewenangan untuk mengumumkan hasil BAP kepada publik.
"Teman-teman lihat perkembangan di persidangan nanti, karena BAP tidak akan kita umumkan sekarang," kata Yuyuk.
Sebelumnya, pengacara Ariesman, Adardam Achyar, juga membantah membocorkan BAP Ariesman kepada publik.
"Setahu saya tidak ada. Untuk apa dipublikasikan?. Tidak ada faedahnya untuk pembelaan Pak Ariesman.Tanya ke Tempo, mereka dapat darimana? Dari saya sebagai PH (Penasihat Hukum) ya memang tidak pernah membocorkan," kata Adardam.
Di media, saat ini beredar data yang diduga hasil BAP atas kasus dugaan suap proyek reklamasi Teluk Jakarta. Dalam data tersebut tertulis nama Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan judul Daftar Kontribusi Tambahan (bukan CSR) yang Telah Diterima Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari Agung Podomoro Land.
Ahok sempat marah besar mengetahui ada pemberitaan di media soal itu. Padahal, kata Ahok, ketika diperiksa pada Selasa (10/5/2016), di atidak dimintai konfirmasi tentang BAP Ariesman.
"Tidak ada mengeluarkan kertas ini sama sekali. Maka saya juga bingung keluar kertas ini. Dan yang lebih bingung lagi, seolah-olah Ahok ini seorang kontraktor yang ngerjain Kali Ciliwung, dan lain-lain," kata Ahok, Jumat (13/5/2016).
Dalam data itu tercantum beberapa proyek Agung Podomoro Land yang menjadi bagian kontribusi tambahan, antara lain nilai kontrak, uang yang sudah dibayarkan, dan sisanya.
Beberapa proyek di antaranya rusunawa Daan Mogot, pembelian furnitur rusun, proyek Kali Ciliwung, pembangunan pompa, hingga penertiban Kalijodo dengan total nilai kontrak Rp392,6 miliar. Misalnya, untuk proyek pembangunan rusun Daan Mogot, tertulis nilai kontrak Rp92 miliar. Dari jumlah tersebut, Agung Podomoro baru membayar Rp84,6 miliar sehingga sisa yang harus dibayar Rp7,3 miliar. Dan dari total semua proyek, kekurangan yang harus dibayarkan tertulis Rp173,9 miliar.
Ahok menilai hitung-hitungan tersebut tak masuk akal. Pemerintah, katanya, tidak pernah memakai sistem kontrak yang notabene bakal menyewa kontraktor. Kemarahan Ahok semakin memuncak ketika data itu dijadikan acuan dalam sejumlah pemberitaan. Ia meminta KPK menyelidiki siapa pembocor BAP karena data tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan jika tak disertai dengan tanda tangan.
"Menurut penyidik, tidak ada keterangan seperti itu," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK Yuyuk Andriati Iskak di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (16/5/2016).
Lagi pula, kata Yuyuk, penyidik tidak punya kewenangan untuk mengumumkan hasil BAP kepada publik.
"Teman-teman lihat perkembangan di persidangan nanti, karena BAP tidak akan kita umumkan sekarang," kata Yuyuk.
Sebelumnya, pengacara Ariesman, Adardam Achyar, juga membantah membocorkan BAP Ariesman kepada publik.
"Setahu saya tidak ada. Untuk apa dipublikasikan?. Tidak ada faedahnya untuk pembelaan Pak Ariesman.Tanya ke Tempo, mereka dapat darimana? Dari saya sebagai PH (Penasihat Hukum) ya memang tidak pernah membocorkan," kata Adardam.
Di media, saat ini beredar data yang diduga hasil BAP atas kasus dugaan suap proyek reklamasi Teluk Jakarta. Dalam data tersebut tertulis nama Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan judul Daftar Kontribusi Tambahan (bukan CSR) yang Telah Diterima Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari Agung Podomoro Land.
Ahok sempat marah besar mengetahui ada pemberitaan di media soal itu. Padahal, kata Ahok, ketika diperiksa pada Selasa (10/5/2016), di atidak dimintai konfirmasi tentang BAP Ariesman.
"Tidak ada mengeluarkan kertas ini sama sekali. Maka saya juga bingung keluar kertas ini. Dan yang lebih bingung lagi, seolah-olah Ahok ini seorang kontraktor yang ngerjain Kali Ciliwung, dan lain-lain," kata Ahok, Jumat (13/5/2016).
Dalam data itu tercantum beberapa proyek Agung Podomoro Land yang menjadi bagian kontribusi tambahan, antara lain nilai kontrak, uang yang sudah dibayarkan, dan sisanya.
Beberapa proyek di antaranya rusunawa Daan Mogot, pembelian furnitur rusun, proyek Kali Ciliwung, pembangunan pompa, hingga penertiban Kalijodo dengan total nilai kontrak Rp392,6 miliar. Misalnya, untuk proyek pembangunan rusun Daan Mogot, tertulis nilai kontrak Rp92 miliar. Dari jumlah tersebut, Agung Podomoro baru membayar Rp84,6 miliar sehingga sisa yang harus dibayar Rp7,3 miliar. Dan dari total semua proyek, kekurangan yang harus dibayarkan tertulis Rp173,9 miliar.
Ahok menilai hitung-hitungan tersebut tak masuk akal. Pemerintah, katanya, tidak pernah memakai sistem kontrak yang notabene bakal menyewa kontraktor. Kemarahan Ahok semakin memuncak ketika data itu dijadikan acuan dalam sejumlah pemberitaan. Ia meminta KPK menyelidiki siapa pembocor BAP karena data tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan jika tak disertai dengan tanda tangan.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT
-
Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere
-
Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga
-
Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus
-
HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!
-
Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026
-
Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut
-
Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA
-
2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka
-
Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan