- Penumpang LRT usul penambahan gerbong khusus wanita guna cegah pelecehan seksual.
- LRT Jabodebek evaluasi usulan gerbong khusus wanita demi keamanan penumpang perempuan.
- Manajemen LRT perketat pengamanan kereta melalui patroli petugas dan pantauan CCTV.
Suara.com - Maraknya aksi pelecehan seksual di transportasi umum meningkatkan kekhawatiran penumpang dalam menggunakan moda transportasi massal. Salah seorang pengguna, Hasni, mengaku sering mendengar informasi mengenai insiden pelecehan terhadap perempuan melalui media sosial, yang membuatnya merasa waswas.
Hasni menilai perlunya penambahan personel keamanan guna mencegah aksi pelecehan di angkutan umum, terutama pada jam sibuk saat penumpang sedang padat.
"Saat naik angkutan umum itu kondisinya sangat padat, jadi perlu adanya pengamanan lebih untuk penumpang wanita," ujarnya kepada wartawan dalam acara sosialisasi pencegahan pelecehan seksual di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jumat (13/2/2026).
Selain keamanan, ia mengharapkan adanya penambahan gerbong khusus wanita dalam rangkaian LRT agar penumpang merasa lebih aman selama perjalanan. Hasni merasa fasilitas gerbong khusus saat ini masih kurang memadai untuk menampung lonjakan penumpang pada jam berangkat dan pulang kerja.
"Sepertinya gerbong wanita masih kurang ya, perlu ditambah lagi," tambahnya.
Merespons hal tersebut, Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyatakan bahwa pihaknya rutin menggelar sosialisasi untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual. Ia mengimbau penumpang yang mengalami atau melihat tindakan pelecehan untuk segera melapor kepada petugas di lapangan.
Radhitya menjelaskan bahwa setiap gerbong kereta telah dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV). Selain itu, petugas keamanan secara rutin melakukan patroli di dalam rangkaian kereta untuk menjamin rasa aman bagi penumpang.
“Petugas kami selalu mobile atau patroli di dalam kereta dari ujung ke ujung. Fasilitas kami juga sudah dilengkapi dengan CCTV,” jelasnya.
Menanggapi aspirasi terkait penambahan gerbong khusus wanita, Radhitya menyatakan akan menampung masukan tersebut. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan tersebut memerlukan evaluasi mendalam sebelum diterapkan.
Baca Juga: Ini Alasan dr Tirta Terus Tekan Mohan Hazian Tanpa Ampun hingga Akhirnya Mengaku
“Terkait fasilitas yang dianggap kurang, tentu kami akan melakukan evaluasi. Jika ke depannya memang dibutuhkan, kami akan melakukan perubahan. Namun, semua harus melalui proses evaluasi terlebih dahulu dengan mendengar masukan dari masyarakat,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tuntutan 18 Tahun Nadiem Makarim Dinilai Wajar, MAKI Soroti Kerugian Negara Triliunan Rupiah
-
96 Persen Penduduk Tinggal di Wilayah Rawan Bencana, Kemendagri Dorong BPBD Lebih Adaptif dan Siaga
-
DPR RI Terima Dubes Thailand, Bahas Dampak Perang hingga Nasib Myanmar yang Di-blacklist ASEAN
-
WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun
-
Ketua DPRD Jember: Sekali Lagi Langgar Aturan, Achmad Syahri Otomatis Dipecat
-
Sobary Kritik Cara Prabowo Mengagumi Bung Karno: Kagum, tapi Tak Pahami Political Wisdom-nya
-
KPK Bongkar 3 Perusahaan yang Setor Miliaran ke Oknum Kemnaker demi Urus K3
-
Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia: Korban Tewas Kini 11 Orang, 3 Masih Hilang
-
Gerindra Jatuhkan 'Kartu Kuning' Terakhir ke Achmad Syahri: Saya Taat dan Menyesal
-
Mata Berkaca-kaca, Legislator Gerindra Jember Akui Khilaf Main Game Sambil Merokok saat Rapat