Suara.com - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan belum ada bukti suporter Persija Jakarta, Muhammad Fahreza (16), meninggal akibat dipukuli anggota polisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
"Petugas Dinas Kesehatan DKI Jakarta saat sedang bertugas melihat suporter tergeletak dengan ciri-ciri menggunakan kaos oranye kemudian melakukan pertolongan pertama," kata Awi di Polda Metro Jaya, Selasa (17/5/2016).
Awi mengatakan saat ditemukan pertamakali, kondisi Fahreza luka memar dan sobek di bagian wajah dan tangan.
"Mengalami luka di bibir bagian tengah, atas di bawah hidung. benjol di kepala bagian atas luka gores pipi kiri dan luka baret tangan kiri," kata dia.
Ketika itu, kata Awi, anggota polisi malah membantu petugas kesehatan membawa Fahreza ke mobil ambulance.
"Bisa kalian catat ya petugas Polri jadi tidak ada rangkaian kegiatan yang katanya polisi memukul itu tidak ada kita temukan. Polisi pukul korban itu tidak ada dari fakta-fakta yang di dapat," kata dia.
Malam itu, kata Awi, Fahreza menolak dibawa ke rumah sakit dengan alasan masih menunggu untuk diantar pulang oleh kakak kandung, Yatna.
"Petugas menawarkan mau membawa korban ke rumah sakit, namun korban menolak dengan alasan menunggu kakaknya kemudian setelah kurang lebih 30 menit telah datang sekitar lima orang ke ambulance yang mengaku teman dan kakak korban Muhammad Fahreza selanjutnya korban dibawa pulang," kata dia.
Dari hasil penelusuran lewat CCTV, kata Awi, petugas tidak menemukan insiden kekerasan di luar stadion.
"Kita sudah mengambil rekaman video di gedung dua yang bisa merekam kejadian terakhir saat lemes dan terjatuh di TKP dan di situ memang kita tidak bisa lihat bagaimana terjadinya kerusuhan," katanya.
Kendati demikian, saat ini polisi masih menelusuri sebab kematian Fahreza.
"Luka yang diderita korban belum diketahui penyebabnya karena dalam penyelidikan kesulitan kita karena keluarga tidak mau dilakukan visum maupun autopsi sehingga menghambat proses penyelidikan," katanya.
Fahreza meninggal dunia pada Minggu (15/5/2016). Dia dianiaya saat menonton pertandingan antara Persija Jakarta dan Persela Lamongan pada Jumat (13/5/2016) malam. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, dia dirawat di Rumah Sakit Marinir, Cilandak.
Saat itu, Fahreza mengatakan dia dianiaya oleh oknum polisi.
Di rumah duka, Yatna mendengar langsung pernyataan adiknya mengenai siapa yang menganiaya di Senayan malam itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
Terkini
-
Ciduk Kepala Pajak Banjarmasin Lewat OTT, KPK Sita Duit Tunai Lebih dari Rp1 Miliar
-
Buntut Siswa SD di NTT Bunuh Diri, Komisi X DPR Bakal Panggil Mendikdasmen Pekan Depan
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kapolres Ngada Ungkap Kematian Bocah 10 Tahun di NTT Bukan Akibat Ingin Dibelikan Buku dan Pena
-
Pramono Optimis Transjabodetabek Rute Soetta Bakal Diserbu: Bayar Rp3.500, Siapa yang Nggak Mau?
-
Wamenko Otto Hasibuan Sebut Korporasi Kini Jadi Subjek Hukum Pidana, Dunia Usaha Wajib Adaptasi
-
Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Kena OTT KPK, Modus 'Main' Restitusi PPN Kebun Terbongkar
-
Terungkap! Abraham Samad Akui Diajak Menhan Sjafrie Bertemu Prabowo di Kertanegara
-
Kala Pramono Tawarkan Bantuan Armada Sampah untuk Tangsel ke Andra Soni
-
Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon