Suara.com - Penyidik kecelakaan maut Egyptair menyebutkan jika ada asap sebelum pesawat itu jatuh ke laut Mediterania, Kamis (26/5/2016) lalu. Itu dikatakan badan penyelidik kecelakaan udara Prancis (BEA), Sabtu (21/5/2016).
Juru bicara BEA mengatakan sinyal-sinyal itu tidak mengindikasikan penyebab timbulnya asap atau api di dalam pesawat. Jet, yang sedang dalam perjalanan dari Paris menuju Kairo, itu jatuh ke laut dengan membawa 66 orang.
Namun, sinyal tersebut memberikan petunjuk pertama tentang apa yang terjadi pada saat-saat sebelum pesawat jatuh.
Seorang sumber di kalangan penerbangan mengatakan adanya api di pesawat kemungkinan menjadi faktor yang memunculkan sinyal-sinyal peringatan sementara ledakan tiba-tiba keumungkinan tidak akan memunculkan sinyal peringatan. Para pejabat menekankan bahwa tidak ada skenario, termasuk ledakan, yang dikesampingkan.
Mesir mengatakan angkatan lautnya telah menemukan jasad manusia, serpihan pesawat serta barang-barang pribadi penumpang mengapung di lautan Mediterania, sekitar 290 kilometer di utara Alexandria.
Militer pada Sabtu mengeluarkan foto-foto di halaman Facebook resminya berupa benda-benda yang ditemukan, termasuk serpihan biru penanda EgyptAir, kain kursi dengan desain berwarna khas maskapai tersebut, serta sebuah jaket kuning.
Analisa soal serpihan dan penemuan kotak hitam kemungkinan menjadi kunci untuk menentukan penyebab jatuhnya pesawat.
Kecelakaan itu merupakan pukulan ketiga kalinya bagi industri perjalanan Mesir sejak Oktober. Negara itu sendiri masih diliputi kerusuhan politik, menyusul terjadinya pemberontakan pada 2011 yang menggulingkan Hosni Mubarak.
Pengeboman yang diduga dilakukan ISIS telah membuat jatuh sebuah pesawat Rusia setelah pesawat tersebut lepas landas dari bandara Sharm el-Sheikh pada akhir Oktober. Insiden itu menewaskan seluruh 224 orang yang berada di pesawat.
Setelah itu pada Maret, sebuah pesawat EgyptAir dibajak oleh seorang pria yang mengenakan sabuk bunuh diri palsu.
Jatuhnya pesawat pada Oktober tersebut memukul pariwisata Mesir. Pariwisata merupakan sumber utama pemasukan bagi negara berpenduduk 80 juta orang itu dan insiden serupa lainnya akan menghancurkan harapan bahwa sektor tersebut akan bangkit kembali. (Antara/Reuters)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia
-
Tolak SPPG di Dalam Kampus, UMY Usul Fokus Jadi Mitra Kajian Program MBG
-
'Kode Merah' di Balik Room VIP: Bareskrim Bongkar Modus Narkoba di B-Fashion dan The Seven Jakbar