Artis dan anggota DPR RI Dede Yusuf ditemui di SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2016). [suara.com/Ismail]
Ketua Komisi Ketenagakerjaan DPR RI Dede Yusuf menjelaskan rancangan undang-undang untuk PRT (Pembantu Rumah Tangga) kembali mengalami penundaan untuk dibahas di DPR pada tahun ini.
Manurutnya, hal itu terjadi lantaran ada beberapa pembahasan undang-undang yang lebih penting ketimbang PRT, seperti UU perlindungan pekerja di luar negeri dan undang-undang kesehatan.
"Sebetulnya sudah masuk di tahun ini, tapi ada dua undang-undang yang posisinya sama yaitu undang-undang perlindungan pekerja di luar negeri yang mana kita berbicara melindungi pekerja kita, TKI kita di luar negeri," kata Dede di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (25/5/2016).
Selain itu, Dede mengungkapkan ada keterkaitan rancangan undang-undang PRT dengan undang-undang pekerja di luar negeri. Pihaknya mendapat jatah dua undang-undang yang harus diselesaikan dalam satu tahun.
"Maka yang kita dahulukan adalah undang-undang pekerja di luar negeri. Kenapa demikian karena turunannya akan sama dengan undang-undang PRT itu," lanjut Dede.
Namun demikian, Dede berjanji rancangan undang-undang PRT kembali akan menjadi prioritas untuk di bahas di DPR tahun 2017 mendatang. "Kita akan masukan lagi undang-undang PRT ini apa bila undang-undang pekerja di luar negeri sudah selesai."
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Ray Rangkuti Khawatir Kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin di Bursa Pilpres Mirip SBY 2004
-
AHY Ungkap Pesan Khusus SBY ke Prabowo saat Pertemuan 3,5 Jam di Istana
-
Operation Epic Fury, AS Kerahkan 50 Ribu Tentara dan 200 Jet Tempur Gempur Iran dari 2 Kapal Induk
-
Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudera Hindia
-
Militer AS Klaim Tewaskan Pejabat Iran yang Diduga Terlibat dalam Rencana Pembunuhan Donald Trump
-
Bantuan untuk eks Pengguna Narkoba dan ODHIV Cair, Kemensos Ubah Skema Jadi Uang Tunai Segini!
-
Setelah Bangkai Anjing, Kini Giliran Alat Berat! Misteri Teror Beruntun Tim Relawan di Aceh Tamiang
-
Kementerian HAM Kenalkan Program Kampung Redam dan Desa Sadar HAM di Lombok Barat
-
Menlu Sugiono Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ali Khamenei ke Dubes Iran, Ini Alasannya
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU